Artinya :
"Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya
dan seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin lainnya.
Ia mencegah kerusakannya dan memelihara yang bersangkutan saat dia tidak ada."
(HR. Abu Dawud no. 4272 CD)
Penjelasan
Hadits di atas menerangkan bahwa seorang mukmin menjadi cermin bagi mukmin lainnya dan menjadi saudara bagi yang lain.
Suami istri haruslah dapat bersikap sebagai dua orang mukmin yang saling dapat merasakan apa yang dirasakan oleh saudaranya dan dapat menjadi cermin bagi saudaranya. Jika saudaranya sakit, ia pun merasakan sakitnya. Jika saudaranya merasakan senang, ia pun turut merasa senang. Apa saja yang dapat merugikan saudaranya, dengan segala daya dan upaya diusahakan agar tidak menimpa saudaranya. Bila saudaranya mempunyai sesuatu yang harus dipelihara dengan baik, ia pun turut membantu memelihara dengan sekuat tenaga.
Ringkasnya, suami istri harus dapat mencerminkan diri sebagai dua orang mukmin yang memiliki rasa saling memiliki sehingga sesuatu yang akan merusak saudaranya dicegahnya dan sesuatu yang dapat membuat bahagia saudaranya dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Suami istri yang memiliki kebersamaan lahir batin yang mendalam akan dapat mewujudkan keluarga sakinah dan penuh berkah.
Dikatakan memiliki kebersamaan lahir batin antara lain apabila:
1.
Suami istri menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan agama.
Suami dan istri yang shalih pasti memenuhi apa yang menjadi kewajiban, baik kepada Allah, Rasul-Nya, maupun pasangannya. Istri memenuhi tanggungjawabnya tehadap suami dan sebaliknya. Istri dan suami berusaha benar-benar berusaha tidak saling melakukan perbuatan durhaka karena hal itu berarti berdosa kepada Allah dan berdosa kepada pasangannya. Mereka selalu berusaha menciptakan kehidupan yang diridhoi oleh Allah. Dengan demikian, suasana yang ada dalam rumahtangga adalah suasana bahagia penuh kebajikan. Bila istri berbuat keliru suami mengingatkan; dan bila suami salah, istri pun mengingatkan. Segala tingkah laku mereka selalu didasarkan pada garis syari'at Allah dan Rasul-Nya, sebab mereka ingin hidup dalam rumahtangga yang dinaungi rahmat dan kasih sayang Allah. Oleh karena itu rumahtangga seperti ini menjamin penghuninya selalu hidup dalam keramahan, kasih sayang dan saling memberikan yang terbaik bagi sesama penghuni. Rumahtangga seperti ini tentu dipenuhi semangat berbuat kebajikan dan cinta kepada kebenaran yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Dalam rumahtangga seperti ini masalah-masalah materi tidak pernah dapat menimbulkan permusuhan sesama mereka atau kejengkelan seseorang kepada yang lain. Segala cobaan materi dihadapi dengan kesabaran dan harapan kepada Allah agar cobaan tersebut dijadikan sebagai rahmat dan kebaikan bagi mereka
2
Suami istri saling mengenal tipenya
Suami istri mengenal tipe masing-masing, yaitu apa yang menjadi kelebihan atau kelemahan pasangannya sehingga keduanya bisa saling mengisi dan bahu-membahu melengkapi pasangannya untuk dapat membina keluarga sakinah penuh berkah.
3
Kehidupan seksual dan kemesraan islam
Dalam kehidupan suami istri, seksual merupakan masalah dasar atau pokok. Untuk dapat memenuhi tuntutan ini dengan baik dan melaksanakannya sesuai dengan ajaran islam, suami istri memahami benar tuntutan islam dalam hal ini.
4
Suami istri bebas dari hal-hal yang menyebabkan perceraian
Suami istri senantiasa menghindari segala macam sebab yang merusak suasana batin, kemesraan dan hal-hal yang dapat merenggangkan hubungan mereka.
Suami istri dapat berhasil membangun keluarga sakinah penuh berkah bila mereka benar-benar dapat memenuhi hal-hal yang telah diuraikan diatas dengan sebaik-baiknya.
