BINTANG SAKINAH: Hati-hatilah Dengan Cinta Dan Rindu Yang Berlebihan

Friday, June 2, 2017

Hati-hatilah Dengan Cinta Dan Rindu Yang Berlebihan

Jangan pernah mencintai seseorang dan merindukannya secara berlebihan, karena yang demikian hanya akan mendatangkan kegelisahan yang tak pernah padam.

Seorang muslim yang beriman akan merasakan bahagia ketika ia dapat menjauhi keluhan, kesedihan, dan kerinduan karena mencintai seseorang. Demikian pula ketika ia dapat mengatasi keterasingan, keterputusan, dan keterpisahan karena ditinggalkan seseorang yang dicintainya.

Cinta memiliki berbagai macam tingkatan. Dan yang paling tinggi, paling  mulia, paling membahagiakan serta menjadikan puncak dan tujuan utamanya adalah mencintai Allah Subhanahuwata'alaa. Yaitu cinta yang mengharukan mencintai apa-apa yang dicintai Allah, dan dilakukan berlandaskan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Cinta berikutnya adalah cinta yang terjalin karena adanya kesamaan dalam cara hidup, agama, madzhab, ideologi, hubungan kekeluargaan, profesi dan kesamaan dalam hal-hal lainnya.

Jenis cinta yang lain, yaitu cinta karena yang motifnya karena ingin mendapatkan sesuatu dari yang dicintainya; baik karena kedudukan, harta, pengajaran dan bimbingan, ataupun kebutuhan biologis. Dan cinta yang demikian akan hilang bersama hilangnya apa yang ingin didapatkan dari orang yang dicintainya.

Dan yakinlah, bahwa orang yang mencintaimu karena sesuatu, akan meninggalkanmu setelah dia mendapat apa yang diinginkan.

Jenis cinta yang lain yaitu cinta karena adanya kesamaan dan kesesuaian antara yang mencintai dan yang dicintai. Cinta yang didasari terpadunya ruh dan jiwa, sehingga menimbulkan pengaruh yang begitu serius, baik berupa perasaan was-was, hati yang gundah gulana maupun kehancuran pada cinta jenis ini. Dan cinta jenis ini biasanya tidak akan sirna kecuali ada sesuatu yang menghilangkannya.

Inilah cinta yang biasanya berlebihan, cinta seperti inilah yang sebenarnya harus dihindari, karena akan membuat mata hati tertutup, tidak mau lagi mendengar nasehat yang bermanfaat, bahkan jikalau maut memisahkan tatap tidak tergoyahkan.


Cinta yang demikian adalah cinta yang buta, dan banyak faktor yang menyebabkannya, diantaranya ialah:


1. Hati yang kosong,


Hati yang jauh dari ilmu tentang akhirat,  yang terjadi hanyalah pengabaian. Hati yang lalai dari rasa syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah. Mata, hati, dan telinga telah tertutup, ehingga kesalahan menggunakan potensi yang dimiliki kearah yang keliru. Penyusunan prioritas program hidup yang harusnya kita kerjakan telah tertutup oleh cinta yang buta.


2. Gagal menggunakan indra,


Membiarkan mata menikmati apa yang dilihatnya tanpa ingat kepada Allah yang hanya akan menghantarkan pada kesedihan dan keresahan. Lemahnya pemahaman tentang akhirat dan hanya mabuk cinta, pengejaran kenikmatan cinta duniawi menjadi pekerjaan utama sehingga cintanya menjadi buta. 

Allah berfirman : 


قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".(QS. An-Nuur: 30)


3. Meremehkan maksiat,


karena kesalahan menggunakan potensi yang kita miliki sehingga menyebabkan pemahaman kita berat sebelah. Kita sangat pandai berbicara tentang cinta dunia dan tetekbengeknya secara rinci, bahkan kadang menjadi buta akan cinta yang sesungguhnya namun sangat bodoh tentang akhirat. 

Allah berfirman :

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. (QS. Ar-Ruum: 7)


4. Meremehkan ibadah,


Meremehkan dzikir dan do'a serta terutama adalah meremehkan Shalat, sehingga pikiran menjadi tumpul tentang akhirat. Memang, berpikir dengan akal, melihat dengan mata, mendengar dengan telinga namun bukan pada hal-hal yang seharusnya diperuntukan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Gagal memahami, melihat dan mendengar bukti-bukti hidayah yang mestinya membawa kita kepada iman dan keyakinan. 

Allah berfirman :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A'raaf: 179)

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Ankabut: 45)


Tetapi jika cinta ini adalah cinta yang merupakan bertemunya ikatan batin dan ruh, mengapa harus ada cinta bertepuk sebelah tangan? Bahkan lebih dari yang dibayangkan bahwa cinta yang seperti ini justru akan membuat hati sesorang menjadi resah, gelisah, gundah gulana, dunia menjadi gelap, harga diri terabaikan, kehormatan dilecehkan dan hal-hal negatif lainnya. Karena cinta yang hanya datang pada satu pihak dimana orang tersebutlah yang sedang kasmaran tanpa ada sambutan pasti dari yang diharapkan.

Lalu kenapa perpaduan antara jiwa dan ruh, justru terkadang hanya terjadi pada satu pihak saja?

Semua itu karena matahatinya hanya melihat dari satu sisi, dimana dia hanya menghayalkan kebahagiaan yang akan ditimbulkan tanpa melihat kerugian apa yang bakal didapatkan. Bahkan baginya kerugiannya adalah sebagai bentuk dari pengorbanan.

Inilah keanehan yang timbul pada seseorang yang sedang jatuh cinta.

Timbul pertanyaan, bahwa cinta ini merupakan bertemunya ikatan batin dan ruh, tetapi mengapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan? 

Bahkan kebanyakan cinta seperti ini hanya sepihak dari orang yang sedang kasmaran saja.

Jika cinta ini perpaduan antara jiwa dan ruh, maka tentulah cinta itu akan terjadi antara kedua belah pihak dan bukan sepihak saja. Tetapi terkadang apa yang diharapkan tidak sesuai keinginan, karena hasrat yang dicita-citakannya tidak sesuai dengan syarat yang ditetapkan.

Dan beberapa penyebab kurang terpenuhi syarat tersebut adalah:

1. Karena cinta yang bias, cinta yang timbul sebatas karena adanya kepentingan tertentu, sehingga terkadang justru orang yang dicintai malah lari meninggalkannya, maka seharusnya keduanya tidak harus saling mencintai.

2. Karena adanya perbedaan yang tidak bisa disatukan, sehingga tidak bisa ikhlas menerima cinta seseorang yang datang padanya bahkan terkadang tidak dapat menerima cinta dan kasih sayangnya ataupun sebaliknya, biasanya berhubungan dengan sifat yang tercela, akhlak buruk, bentuk rupa , sikap serta faktor lain sehingga sulit sekali menerima cinta yang datang padanya dan mewujudkan hasrat yang terpendam dalam jiwa orang yang mencintainya.

3. Dan adanya penghalang dari pihak orang yang dicintai ataupun sebaliknya, ini kebanyakan berhubungan dengan keluarga dan kerabatnya yang merasa tidak adanya kecocokan terutama dari hal keduniaan, seperti kekayaan, status masyarakat, ataupun yang lainnya.


Lantas bagaimana cara mengatasinya?


1. Berusaha untuk selalu di pintu-pintu ibadah dan memohon kesembuhan kepada Rabb.


Dengan melakukan ibadah-ibadah lahir dan batin akan menjernihkan pikiran-pikiran semu, pikiran yang hanya terisi oleh orang yang dicintai akan menepi dan diganti dengan perenungan untuk kembali mendekatkan diri kepada-Nya agar pikiran kembali dipenuhi oleh kesadaran yang dapat mendatangkan ketenangan jiwa.

Dengan ibadah akan memberikan jalan terang bagi hati, sehingga khayalan akan berubah menjadi renungan tentang keyakinan bahwa berbagai resiko yang yang timbul dari cinta yang tak sampai pada hasrat yang terpendam jika susah untuk melupakan yang di cinta.

Dengan mendekatkan diri kepada Allah, akan memberikan kejernihan hati tentang keyakinan bahwa ketika gagal mendapatkan hati yang dicintai, akan mendatangkan bencana yang menyakitkan dan hati yang yang akan terus tersiksa. Sehingga mudah baginya meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicintainya. Dan akhirnya yang terbaik baginya adalah hanya kesabaran dan menahan diri. Karena akal, agama, harga diri dan kemanusiaannya akan memerintahkannya untuk selalu bersabar demi untuk mendapatkan kebahagiaan yang abadi.

Sedangkan kebodohan, hawa nafsu dan kedzaliman memerintahkan hatinya untuk mengalah hanya untuk mendapatkan apa yang dicintainya. Sungguh orang-orang yang terhindar adalah mereka yang selalu dipelihara oleh Allah Subhanahuwata'alaa.

Dengan menjalankan perintah-Nya, maka Allah akan memalingkan dan menjauhkan hati dari kemungkaran yang disebabkan oleh cinta dan rindu yang berlebihan, sehingga hati akan bersih. Dengan kemurnian yang telah Allah berikan pada hati yang sedang jatuh cinta, maka tidak mungkin orang tersebut akan terkena cinta buta. Karena cinta yang buta tidak akan bersemayam pada hati yang selalu mengingat Allah, tetapi cinta yang berlebihan hanya berada pada hati yang kosong.

Allah berfirman: 

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.(QS. Yusuf: 24)


2. Merendahkan  pandangan dan menjaga kemaluan. 


Peribahasa mengatakan; 
"Darimana datangnya lintah, dari sawah turun ke kali".
"Darimana datangnya cinta, dari mata turun kehati".

Indera mata adalah salah satu organ manusia yang sangat vital. Karena dengan mata seseorang bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan mata keindahan dunia begitu nyata dihadapannya, dan dengan mata, cinta datang menerpa hingga pujian dan rayuan yang selalu dimuarakan kepada yang dicinta. 

Mata juga dapat menjadi pangkal penyebab timbulnya fitnah dan dosa bila tidak diikuti oleh aturan-aturan yang telah Allah tetapkan, yang pada akhirnya hanyalah kesedihan, keresahan dan kegalauan karena cinta buta. 

Tetapi bila kita merendahkan pandangan dengan terus menjaga mata kita dari keindahan dan keelokan dunia dengan selalu bersyukur atas apa yang telah diperlihatkan oleh Allah kepada kita, maka kita tentu bisa menjaga cinta yang datang agar senantiasa ingat dan memuji bahwa semua keindahan yang kita lihat hanyalah milik Allah Subhanahuwata'alaa.

Allah berfirman :

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".(QS.An-Nuur: 30)

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur: 31)
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ
Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,(QS. Al-Mu'minuun: 5)


3. Menjauhkan hati dari hal-hal yang bisa mengikat dan berusaha melupakannya,


Seseorang yang berpikir untuk selalu takut kepada Allah, dengan menumbuhkan perasaan bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat dan lebih baik serta labih kekal, maka dia akan selalu mempertimbangkan antara mencintai sesuatu yang cepat sirna dengan sesuatu yang lebih layak untuk dicintai karena lebih kekal, dan lebih bermanfaat. Tentunya pilihannya akan selalu jatuh kepada yang lebih tinggi derajatnya, dan tidak akan menggadaikan kenikmatan abadi. 

Ingatlah bahwa menjauhkan hati dari sesuatu yang mengikat akan menjauhkan diri dari kenikmatan sesaat yang menjadi sumber datangnya penyakit hati. Seandainya jiwa telah terikat oleh sesuatu keindahan yang membuat matahati seakan tertutup, maka ingat kepada Allah adalah jalan terbaik. 

Berusahalah untuk melupakan keindahan penyebab cinta buta yang membuat kita terbang melayang, menghayalkan kenikmatan, dan mengharapkan agar hasrat bisa terpenuhi. Dan bila telah tersadar maka akan menemukan kenyataan bahwa semuanya akan sirna. Semua keindahan dan kenikmatan yang diharapkan hanyalah semu dan yang tertinggal hanyalah keletihan hati, hilang nafsu dan kesengsaraan yang menunggu.


4. Menyibukkan diri dengan amal saleh dan berguna, 


Dengan menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang terpuji, seperti mengerjakan amalan-amalan yang saleh akan mengurangi beban pikiran berupa keresahan, kepedihan, kegalauan yang diakibatkan oleh hati yang terjangkit penyakit cinta buta. Dengan melaksanakan kegiatan yang berguna untuk menutupi dan menghindarkan pikiran yang kalut karena cinta.

Amal saleh adalah segala perbuatan dan tingkah laku yang diridhoi Allah dan akan mendatangkan pahala, serta merupakan kunci menuju hidup bahagia dunia akhirat. Amal saleh banyak sekali macamnya, diantaranya yang sering dilakukan dan merupakan kewajiban adalah; shalat lima waktu, memberikan zakat, berpuasa di bulan ramadhan. Dan juga amal saleh lainnya seperti membaca Al-Qur'an, menolong orang yang kesusahan, bersedekah dan lain sebagainya yang akan membentuk budi pekerti yang luhur. 

Dengan memperbanyak amalan-amalan saleh hati akan menjadi tenang, rasa gundah gulana karena cinta akan terlupakan sebab bertambahnya iman. Karena amal saleh juga merupakan cabang dari pohon iman.

AllahAllah berfirman :

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu´ kepada Kami.(QS. Al-Anbiyaa: 90)


5. Menikah secara syar'i, 


Mencintai seseorang terkadang butuh pengorbanan karena ingin memilikinya, dan jika kedua pihak memang sudah sangat tinggi hasrat untuk saling memiliki, maka hendaklah ketika sudah dirasa cukup mampu untuk membentuk sebuah keluarga lebih baik mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan sebelum cinta keduanya menjadi cinta yang buta. 

Atau bahkan mereka memang sudah benar-benar dibutakan oleh cinta, maka jalan terbaik adalah menikahkan keduanya secara syar'i, agar dapat membantu menundukkan pandangan serta lebih mudah untuk memelihara kemaluan. Dengan menikah secara syar'i juga akan menjaganya dari zina; baik zina mata, zina hati dan zina tangan. 

Dengan menikah juga akan mendatangkan kebahagiaan, karena dengan mudah menerima pasangan hidupnya yang memang dicintainya. Dan proses pendewasaan pada pasangan tersebut akan lebih cepat sehingga emosinya akan lebih cepat terkontrol dan berpengaruh terhadap ketenangan yang hadie, karena sejalan dengan adanya pendamping dan tersalurkannya "kebutuhan batin" dan itulah di antara terbebaskannya dari hasrat yang terpendam sebab cinta yang telah membutakannya. Dan itu juga diantara makna sakinah yang tercerahkan.

Allah berfirman : 
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS. An-Nisa: 3)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.(QS. Ar-Ruum: 21)