BINTANG SAKINAH: Kebahagiaan Orang Tua Terhadap Anak Perempuan Dan Anak Laki-Laki

Sunday, July 2, 2017

Kebahagiaan Orang Tua Terhadap Anak Perempuan Dan Anak Laki-Laki

Anak-anak tidak diragukan lagi merupakan anugerah besar dari Allah Subhanahuwata'alaa yang telah diamanatkan kepada semua orang tua. Orangtua harus menganggap anak-anak mereka sebagai harta karun bahwa semua kekayaan dan sumber daya material tidak berharga seperti bila dibandingkan dengan anak-anak mereka. 

Kami, sebagai orang tua, harus berterima kasih dan terus berterima kasih kepada Yang Maha Kuasa karena telah memberi berkah kepada kami dengan anak-anak, apakah mereka anak laki-laki ataupun anak perempuan.

Dan merupakan hari yang sangat menyedihkan melihat beberapa orang tua bersukacita ketika anak yang baru lahir adalah laki-laki tetapi sebaliknya akan menunjukkan sikap ketidakpuasan mereka ketika anak yang baru lahir adalah perempuan. Tapi, ini seharusnya bukan sikap yang arif apalagi bijaksana ketika yang diperoleh bukanlah yang diharapkan. Islam tidak memaafkan perilaku seperti ini, begitulah cara orang tua pada saat ketidaktahuan menutupi semua harapan.

Pada zaman pra-Islam, orang-orang Arab dulu berkecil hati dan kesal dengan kelahiran anak perempuan, sehingga seorang ayah, ketika memberi tahu istrinya telah melahirkan seorang gadis, berkata;

Demi Allah, dia sama sekali tidak berbahagia seperti anak laki-laki; Pembelaannya menangis dan perawatannya hanyalah mencuri! "

Dan itu bisa diartikan bahwa:

Dia (anak perempuan) berarti dia tidak bisa membela ayahnya dan keluarganya kecuali dengan menjerit dan menangis, bukan dengan melawan dan membawa senjata. Dia juga tidak bisa bersikap baik terhadap mereka dan merawat mereka kecuali dengan mengambil uang suaminya untuk diberikan kepada keluarganya. 

Tradisi mereka memungkinkan sang ayah untuk mengubur putrinya tetap hidup untuk kemiskinan yang sebenarnya, atau untuk kemiskinan yang diharapkan, atau karena takut akan aib yang bisa dia bawa kepada mereka saat dia dewasa. 

Dalam konteks itu, Alquran mengatakan, mencela dan merendahkan mereka:

وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ
dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup
ditanya,(QS. At-Takwir: 8)

بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ
karena dosa apakah dia dibunuh,(QS. At-Takwir: 9)
Alquran juga menggambarkan kondisi ayah saat anak perempuan lahir;

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ
Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.(QS. An-Nahl: 58)

يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ ۚ أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.(QS. An-Nahl: 59)

Alquran memimpin sebuah kampanye tanpa kompromi melawan orang-orang kejam yang membunuh anak-anak laki-laki atau perempuan. 

Allah Subhanahuwata'alaa berfirman di dalam Al Qur'an:

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلَادَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَا رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَاءً عَلَى اللَّهِ ۚ قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ
Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezeki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.(QS. Al-Anaam: 140)

Dan Allah Subhanahuwata'alaa juga berfirman:

Melihat akan hamba-hamba-Nya.

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.(QS. Al-Israa: 31)

Beberapa hukum kuno memberi ayah hak untuk menjual putrinya jika dia mau; Sementara yang lain mengizinkannya untuk menyerahkannya kepada pria lain yang akan membunuhnya atau memilikinya jika ayah membunuh anak laki-laki orang laki-laki lainnya.

Ketika Islam diwahyukan, ia memutuskan seorang anak perempuan - seperti anak laki - laki - adalah hadiah dari Allah, untuk diberikan kepada siapa pun yang dikehendaki Allah untuk hamba - Nya:

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,(QS.Asy-Syuuraa: 49)

أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا ۖ وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.(QS.Asy-Syuuraa: 50)

Nabi Shalallahu'AlaihiWassalam (semoga rahmat dan damai besertanya) memenangkan bahwa surga adalah balasan untuk setiap ayah yang selqlu melakukan kebaikan dengan anak perempuannya, memiliki kesabaran dalam membesarkan mereka, memberikan pendidikan moral mereka, dan mematuhi perintah Allah mengenai mereka sampai mereka datang dari usia atau Sampai dia Nabi (semoga rahmat dan damai besertanya) menjadikan tempat sang ayah di surga di sampingnya. 

Hadrat Anas melaporkan bahwa Rasulullah SallAllahu Alaihi wa Sallam berkata,

Siapa pun yang membawa dua gadis sampai mereka mencapai usia pubertas, dia dan saya akan datang pada hari kiamat seperti ini," (dan dia bergabung dengan jari-jarinya yang terberkati.)

Nabi Shalallahu'AlaihiWassalam tercinta telah menyatakan hal itu:

"Ketika seorang anak laki-laki lahir, maka dia membawa satu Noor (cahaya) dan ketika seorang gadis lahir, maka dia membawa dua Noors."

Dalam sebuah Hadis bahwa Nabi Shalallahu'AlaihiWassalam mengatakan Allah telah menyatakannya:

"Jika orang tua baik dan murah hati terhadap anak perempuan mereka, maka mereka akan begitu dekat dengannya (Nabi Suci Damai dan Berkat Allah besertanya) di Jannah, seperti satu jari ke jari berikutnya."

Nabi Shalallahu'AlaihiWassalam juga menyatakan hal itu:

"Orang yang menghadapi kesulitan karena anak perempuannya, dan membuat Sabr (sabar), maka anak perempuannya akan menjadi pardah (tirai) antara dia dan api neraka."

Hadrat Ibnu 'Abbas melaporkan bahwa Rasulullah SallAllahu Alaihi wa Sallam berkata,

"... dan siapapun yang membawa tiga anak perempuan atau sejumlah saudara perempuan, melatih mereka dengan baik dan menunjukkan kebaikan kepada mereka sampai Allah memperkaya mereka (yaitu sampai mereka mencapai usia Dari pubertas), Allah akan menjamin surga baginya. "Seorang pria bertanya:" Wahai Rasulullah! Apakah ini berlaku untuk dua orang juga? "Dia berkata:" bahkan sampai dua. "Jika mereka bertanya kepada seseorang juga, Rasulullah saw akan mengatakan itu," bahkan kepada satu ... "

Sayyiduna Ibn 'Abbas (Radi Allahu Ta'ala Anhu) menceritakan,

"Siapa pun yang memiliki seorang wanita yang tidak dikubur atau dihina olehnya, dan tidak menyukai anak laki-lakinya, maka Allah menghormatinya ke surga."

Seorang anak perempuan, tanpa diragukan lagi merupakan berkah yang amat besar dari Allah Subhanahuwata'alaa. Mereka adalah sarana keselamatan dan jalan menuju Jannah (Surga) untuk orang tua mereka. Inti dari satu narasi menyatakan bahwa

"Orang yang mencintai anak perempuannya dan menahan kesusahan dan membuat mereka menikah, Yang Maha Kuasa membuat Jannah wajib (Waajib) padanya dan membuatnya tetap terlindungi dari neraka neraka."

Dan di hadis lain, Nabi tercinta SallAllaho Alaihi wa Sallam berkata:

"Mereka akan menjadi perisai baginya dari neraka."
Nabi yang dikasihi SallAllahu Alaihi wa Sallam memerintahkan:
"Kapan pun Anda membeli sesuatu dari pasar, berikan kepada anak perempuan Anda kemudian kepada anak laki-laki Anda."
"Anak-anak perempuan adalah pemberian dari Allah Yang Maha Kuasa. Orang tua yang baik terhadap mereka, maka Allah Yang Maha Kuasa bermurah hati terhadap orang tua tersebut. Mereka yang menyayangi anak perempuan mereka, Yang Maha Kuasa Maha Penyayang terhadap mereka. "
"Ketika seorang gadis lahir dari keluarga, lalu antara orang tua dan neraka, akan ada jarak lima ratus tahun."

Telah dinyatakan bahwa:

Ketika orang tua bersukacita atas kelahiran anak perempuan, ini lebih besar daripada membuat Tawaaf Ka'bah tujuh puluh kali.
Ketika Imam Ahmad Ibn Hanbal (Radi Allahu Ta'ala Anhu) akan mendengar bahwa salah satu kerabat atau teman perempuannya memiliki seorang bayi perempuan, dia akan berkata kepada mereka,

"Selamat bagi para nabi kebanyakan adalah ayah anak perempuan."

Muslim juga harus ingat bahwa keluarga Nabi Suci Muhammad (saw) berasal dari putri kesayangannya Sayyidah Fatima Zahra (Radi Allahu Ta'ala Anha).

Dengan kalimat-kalimat yang terbuka serta sangat otentik ini, dengan kabar baik yang disempurnakan dan diulang, kelahiran anak perempuan sama sekali bukan beban yang menakutkan, juga bukan pertanda buruk. Sebaliknya, ini adalah berkah yang harus di syukuri dengan mengucapkan terima kasih dari rahmat yang diinginkan dan diminta karena ini adalah berkah dari Allah Subhanahuwata'alaa dan imbalan yang bisa didapat.

Saudara dan saudari terkasih! Bersukacitalah atas kelahiran anak-anak perempuanmu, cintai dan tuntunilah mereka serta berikanlah apa yang berasal dari barang-barang milikmu. Jangan mencabut mereka dari warisan mereka seperti yang mereka katakan dalam hal ini.

Ingat! Anak perempuan adalah berkah dari Allah Subhanahuwata'alaa dan bukan beban.



Sumber :  Jamiat.org.za