BINTANG SAKINAH: Mengapa Harus Resah Dengan Status Jomblo

Tuesday, July 18, 2017

Mengapa Harus Resah Dengan Status Jomblo

Jomblo lagi... Jomblo lagi... Memang ada apa dengan JOMBLO?
Jika memang anda masih jomblo, kenapa tidak berusaha menikmatinya dengan sesuka jiwa dengan merangkai kenyamanan dan ketenteraman hati untuk tidak memikirkan seseorang yang memang terkadang membahagiakan, tetapi terkadang membuat capai nurani.

Jika dipandang dari segi hukum negara dan agama jomblo adalah status legal. Secara hukum negara di Indonesia jelas, bahwa di KTP dibagian status, tulisannya kalau bukan sudah kawin, pasti tulisannya belum kawin. Jadi belum kawin alias jomblo sudah pasti diakui negara. Sementara pacaran nggak diakui kekuatannya secara hukum di negara.

Selain itu,  dimata Allah Subhanahuwata'alaa, jomblo berarti sedang mencoba taat dengan aturan Allah Subhanahuwata'alaa ketika mampu mematuhi dan mengerjakan Sunnahnya dengan berpuasa.

Tentu ini mendapat legalitas dari Rasul. Sabda Rasulullah:
“...Barangsiapa yang belum mampu menikah, maka berpuasalah, karena dengan berpuasa dapat menjadi penghalang (benteng) untuk melawan nafsu.” (HR Bukhari, Muslim, Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Sehingga jika memang harus memilih status jomblo, itu semata-mata karena Allah Subhanahuwata'alaa, pasti akan mendapatkan pahala.  Ingat, Islam itu enggak sulit-sulit amat dapat pahala. Walau hanya niat, Islam sudah menilainya amal kebaikan. Apalagi kalau dikerjakan, pahalanya lebih besar lagi.
Maka, jika jomblo karena keyakinan dan kesadaran dalam rangka menjaga amanah cinta dari Allah Subhanahuwata'alaa, lalu diisi dengan hal-hal positif, sejak saat itu pula generasi muda terus mendapat pahala di masa penantian. Untung banget kan? Enggak melakukan apa-apa saja, sudah dapat pahala, apalagi kalau beramal banyak, pahalanya semakin besar. Bisa menggunakan waktu bersama-sama keluarga, fokus belajar, terus bisa menyisihkan uang saku lebih banyak untuk berinfak.

Ada hal yang memilukan dari cerita teman SMA, ahwa ada sebagian teman-teman cewek SMA dulu, yang sekarang kuliah merasa malu kalau tak ada cowok yang datang berkunjung di kamar kosnya. Tetapi sebaliknya justru merasa seperti ada prestasi dan kebanggaan diri jika ada cowok yang ngadepin, bahkan kalau bisa dipamerkan jika ada cowok yang menjadi pacarnya berkunjung di kamar kosnya, padahal ujung-ujungnya biasanya akan berbuat zina. Sungguh aneh anak jaman sekarang, memamerkan maksiat koq  malah bangga.

Sahabat jomblo, lawanlah hawa nafsumu! Jangan biarkan dirimu kotor, bernoda, kusam, berminyak juga jerawatan (ups. Jerawat itu di wajah, ya?). Eh,  maksudnya, jangan biarkan dirimu berdosa dengan terjun dalam pacaran hanya karena menghindari rasa malu, bahkan ujung-ujungnya hanya untuk memuaskan nafsu. Ingat, enggak perlu malu dengan status jomblo. Yang  malu itu mereka yang pacaran karena telah menabrak aturan pencipta dengan menciptakan eksperimen-eksperimen dalam melakukan kemaksiatan yang katanya sebagai bumbu-bumbu dalam mengekspresikan cinta.

Cinta buta tanpa makna yang hanya mengedepankan kemaksiatan zina tanpa takut adanya tamparan dosa yang melandanya itu justru yang akan menyebabkan sakitnya jiwa tanpa bisa menyembuhkannya bagaimanapun caranya. Dan hanya keimanan serta status kesendirian yang bisa menjauhkan bencana kemaksiatan.

Bayangkan, mereka yang pacaran sibuk mengumbar hawa nafsunya. Karena pacaran, tenaga terporsir untuk antar jemput sang pacar, uang saku jebol buat traktir sang pacar, konsentrasi belajar jadi buyar karena memikirkan sang pacar, hingga akhirnya menjadikan mereka terjerumus kedalam kubangan setan. Bahkan jika salah satu sudah tidak nyaman dengan meminta berpisah atau putus sedang yang satunya tidak rela maka akan terus menimbulkan permasalahan dan pertengkaran sampai hadirnya kegalauan yang pada akhirnya terserang depresi bahkan bisa mengakibatkan bunuh diri.

Justru seharusnya generasi muda perlu bangga jika menjadi jomblo. Sebab, dengan menjomblo, generasi muda selangkah lebih taat dibanding dengan yang sibuk pacaran. Dengan menjomblo hati kan menjadi tenang, tenaga tetap terjaga, pikiran tidak kemana-mana, uang juga tidak boros.

Selain itu, dengan menjomblo, generasi muda akan disayang Allah Subhanahuwata'alaa karena menundukkan hawa nafsu.

“Sesungguhnya Allah Subhanahuwata'alaa benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya." (HR Ahmad).

Bisa bayangkan jika kamu seorang cewe yang merasa cantik tetapi masih jomblo, terus ada seorang cowok paling ganteng, shalih, berwibawa, punya prestasi, dan karena atas izin Allah Subhanahuwata'alaa dia kagum padamu dan menginginkan kamu menjadi pendampingnya. Tentu hati akan melayang-layang di langit, sampai enggak sadar sudah jatuh (ups!). 

Kalau datangnya kekaguman cowok tersebut terhadap kamu karena datang dari Allah Subhanahuwata'alaa penciptamu, lantaran kamu beriman kepada-Nya, apakah kamu akan menolaknya?

Sungguh luar biasa, hanya Allah Subhanahuwata'alaa dzat yang maha Sempurna.