BINTANG SAKINAH: Wanita Dan Kewajibannya Yang Harus Diutamakan

Sunday, August 20, 2017

Wanita Dan Kewajibannya Yang Harus Diutamakan

Setiap wanita di ciptakan penuh dengan keunikan dan keindahan. Dari sudut manapun bisa menjadi sebuah pembahasan yang menarik, di siniah uniknya seorang wanita. Dan sudah menjadi kewajiban jika semua wanita harus bersukur karena Allah SWT, yang telah menganugrahi kesempurnaan fisik, akal pikiran nikmat berpikir serta hati yang beriman. Segenap nikmat ini tentunya diberikan Allah SWT pada kita semata-mata hanya agar digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Agar mendapat ridha Allah, maka segenap nikmat yang dimiliki tidak boleh ditelantarkan. Sebaliknya harus dijaga, di pelihara, dikembangkan demi pengabdian kita kepada Allah SWT. Karenanya, seorang istri harus paham apa kewajiban terhadap nikmat-nikmat diri yang dimiliki.

Kewajiban-kewajiban yang mesti dipahami dan diutamakan untuk dilakukan:


1. Kewajiban Terhadap Kesehatan Tubuh Dan Kecantikannya

Banyak wanita yang kurang peduli dengan keadaan fisiknya, karena menganggap itu tidak penting., karena yang lebih penting adalah penunaian amanah-amanah dengan sukses. Kurang peduli terhadap fisik bisa berupa tidak menjaga asupan makanan yang sehat dan bergizi, sehingga seringkali tubuh menjadi sakit-sakitan, kemudan tidak pula diobati dengan tuntas sampai menjadi penykit yang parah. Kekurang pedulian yang lain adalah kebersihan tubuh. Kebersihan di sini bisa pakaian, rumah atau kamar pribadi, kebiasaan sehari-hari, dll.

Namun banyak pula wanita yang memperlakukan tubuhnya secara berlebihan, sehingga cenderung boros, baik untuk pakaian, perawatan tubuh, aksesoris, dsb. Sehingga pakaian muslimah yang digunakan tidak sesuai lagi syar’I (penutup auratnya dengan tidak tipis/menerawang/ketat)

Seorang wanita yang mensyukuri nikmat tubuhnya, tentunya akan senantiada berskap proposional dalam menjaga fisiknya. Menjaga makanan dan minuman dengan memilih yang halal, bersih, bergizi. Berolah raga teratur. Tidur yang cukup dan berkualitas (bukan kuantitas)

Menjaga kebersihan diri (kebersihan kulit/wajah/rambut, bau aroma tubuh) dan lingkungan (kamar tidur, toilet misalnya). Kesehatan wanita sejak dini/muda akan sangat berpengaruh bagi kehidupannya kelak, sesuai kodratinya. Misalnya untuk kesehatan reproduksinya, kesehatan organ seksualnya, kekuatan tubuhnya untuk hamil, menyusui, mengurus rumah tangga, dan aktif di masyarakat. Dalam berpakaian pun senantiasa sesuai dengan syari’at, rapih, bersih, sehingga menciptakan image yang baik di masyarakat, bagaimana seharusnya sosok wanita muslim yang anggun dan cantik. Perhtian-perhatian ini sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda  ketika sahabat Abdullah bin Amr bin Ash berpuasa dan siag hari,

” jangan lakukan sesungguhnya matamu memilika hak yang harus engakau tuaikan, badanmu memiliki hak yang harus engaku tunaikan, keluargamu mempunyai hak yang harus engkau tunaikan, maka puasa dan berbukalah, shalat dan tidurah.. (HR. Muslim).


2. Kewajiban Terhadap Akal Dan Pikirannya.

Muslimah adalah makhluk ciptaan Allah yang sempurna sekaligus unik dalam proses penciptaanya.

Allah berfirman, 

”sesungguhnya kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (Q.S At-Tiin,95:4)

Keistimewaan manusia adalah dengan dianugrahinya kemampuan akal dengan segala kapasitasnya. Sejak kehamilan minggu ke-3 otak manusia akan terus berkembang secara cepat dan pesat dengan kemampuan yang menakjubkan. Kelebihan otak manusia yang diberikan oleh Allah SWT ini adalah dengan berfugsinya akal. Inilah yang membedakannya dengan binatang.
Muslimah potensi yang tidak kalah dibandingkan dengan laki-laki. Akal yang dikaruniakan Allah kepada manusia haruslah dijaga baik dari hal-hal yang merusak akal baik dari segi fungsi dan kesehatannya. Menjafa kesehatan akal adalah dengan memilih makanan dan minuman yang menyehatkan bukan yang merusakkan misalnya Khamr/memabukkan. 

Diriwayatkan dri Ibnu Abbas r.a Bahwa Nabi SAW bersabda, “semua yang mengacaukan akal dan memabukkan adalah haram.” (HR. Abu Daud)

Dari segi penjagaan fungsi akal., adalah dengan mengisi akal dengan informasi yang bermanfaat. Ilmu dan informasi yang bermanfaat akan menjadikan makanan yang bergizi bagi otak. Ilmu dan informasi itu berupa, pengetahuan keislaman. Syaikh Said Hawa menyebutkan beberapa ilmu islam yang harus diketahui setiap muslim meliputi 10 jenis yaitu:

Ilmu tentang pengenalam Allah, Rasul dan Islam itu sendiri.

Ilmu tentang Al-Qur’an baik kandunganya, sebab-sebabnya dan cara membacanya.

Ilmu tentang As-sunnah, baik kandungannya, sanadnya.

Ilmu tentang Ushul Fiqh yaitu illmu yang berbicara tetangkaidah-kaidah dasar yang dipergunakan untuk mumutuskan sutau dasar hukum dari dalil yang global.

Ilmu tentang aqidah, akhlak dan fiqihIlmu tentang nabawiyah dan tarikh umat Islam (sejarah islam)

Ilmu bahasa Arab untuk mendalami materi Al-Qur’an, hadist nabi, fiqih, dsb.

Ilmu tentang system musuh dalam menghancurkan islam (deislamisasi). Terutama yang berkaitan dengan ghozul fikr (perang pemikiran)

Ilmu tentang islam kontemporerIlmu tentang fiqh dakwah, yaitu aturan dan tata cara dalam menyampaikan  Islam/dakwah.

Dengan menguasai penuh salah satu ilmu di atas diharapkan akan lahir ulama-ulama muslimah yang akan membantu memecahka masalah keumatan terutama masalah-masalah tentang wanita.

Kemudian pengetehuan lain yang diperlukan adalah ilmu umum dan wawasan komtemporer. Dari sekian banyak ilmu umum, ada fardhu kifayah bagi muslimah untuk menguasai salah satu dari bidang-bidang tersebut, mendalaminya sehingga bisa professional. Dengan tersedianya ahli-ahli di bidang umum, akan sangat membantu kesulitan umat. Terutama mengatasi dalam masalah kewanitaan. Misalnya bidang kesehatan, bidang advokasi/hukum, bidang psikologi, teknik, tata busana, kecantikan, dll. 

Dibidang kekinianpun muslimah dituntut untuk mengikuti perkembangan informasi dari berbagai dunia, tentang politik, mata uang, seni dan budaya, olah raga, dll. Dengan wawasan yang luas akan sangat membantu muslimah dengan mengaktualisasikan dirinya di keluarga (dalam mendidik anak atau mengobrol suami nyambung) atau dalam masyarakat.

Pengetahuan yang lain adalah ketrampilan teknis. Tanpa ahli bidang-bidang teknis, muslimah akan mengalami kesulitan teknis yang semestinya tidak perlu terjadi apabila ilmunya dimiliki. Seperti computer, internet, dan sarana informasi lainnya.


3. Kewajiban Terhadap Dirinya Dan Ibadahnya

Segala sesuatu yang bersifat materi saja tidak akan menjamin ketenangan dalam hati. Untuk itulah kewajiban inti ada pada pengisian hati agar semua proses kegiatan akan berjalan dengan baik. Untuk mengasah fungsi hati ada beberapa hal yang harud filakukan, yaitu :

#a. Dzikrullah (mengingat Allah atau menyebut Allah),
“Ingatlah hanya mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.” (Ar-Raad, 28)
Dzikir selain menentramkan hati juga mencerahkan pikiran, kecemerlangan akal dan hati karena senantiasa mengingat Allah Subhanahu Wata'ala (Al-Hadist,”)
Perumpamaan orang yang berdzikir kepada tuhannya dengan orang yang tidak berdzikir ibarat yang hidup dengan yang mati.” (HR. Bukhari)

#b. Membaca Al-Qur’an
Kemampuan membaca Al – Qur’an  bagi seorang wanita merupakan suatu keharusan dalam membangun rumah tangga.
Selain bernilai ibadah bagi yang membacanya, Al – Qur’an  juga bisa menenangkan hati yang membaca, 

seperti firman Allah SWT 

 “Dan Kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi obat (penawar) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS al-Isrâ’ 17: 82)

dan  Sabda Rasulullah SAW “Sebaik-baik obat adalah al-Qur`an.”(HR Ibnu Majah).

dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa membaca satu huruf dari Al – Qur’an  maka dia mendapat satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat, saya tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.(HR Tirmidzi) 

dan banyak dalil-dalil lainnya tentang keutamaan membaca Al-Qur an. Sudah seharusnya kita meluangkan waktu untuk belajar, membaca dan mentadabbur al-Qur an.

#c. Menjauhi maksiat
Hendaknya kaum wanita juga melakukan Ghodul Bashar, dengan cara merundukan kepala ketika sedang berjalan agar tidak banyak bertatapan dengan kaum pria. Memakai Hijab atau cadar adalah salah satu cara menghindari fitnah dan diminimalisir maksiat mata kaum pria. Ini, bisa dilakukan oleh kaum pemuda dan remaja putri, karena dorongan nafsu yang masih kuat. 

#d. Menjauhi ketergantungan pada Makhluk
Seorang wanita harus bisa berusaha semaksimal mungkin mengurangi ketergantungan dan butuh kepada mahluk/manusia, dengan berusaha melakukannya dengan usaha sendiri. Kemudian hati sangat bergantung kepada Allah, selalu berdoa di manapun dan kapanpun, ketika ia berusaha dengan tanganya sendiri. Jadi seorang muslimah itu harus sebisa mungkin untuk berusaha dengan tangan sendiri, bekerja dan berupaya dan mengurangi ketergantungan kepada mahluk

#e. Memperbanyak Ibadah.
Wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.
Maka, seorang wanita harus benar-benar pandai beribadah dan bersyukur, karena wanita mengemban amanah untuk membangun generasi umat ini. Jadilah wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.


4. Kewajiban Terhadap Suami Dan Anak-anaknya

Wanita adalah salah satu jenis mahluk Tuhan yang diciptakan memiliki karakter yang halus, lemah lembut dan memiliki kasih sayang yang begitu tinggi terhadap suami dan anak-anak nya, hal ini lah yang menjadi peranan seorang istri menjadi sangat penting dan tentunya memahami apa yang menjadi tugas dan kewajibannya dalam kehidupan rumah tangganya. 

Dengan dasar-dasar tersebut maka secara rinci tugas dan kewajiban wanita sebagai seorang istri dapat dijelaskan sebagai berikut;

Seorang wanita bila sudah berstatus sebagai seorang istri, berkewajiban memelihara dan melindungi anak-anaknya dengan rasa kasih sayang dan penuh kesabaran, menanggung jerih payah dan beban dalam mendidik anak-anaknya.

Seorang istri sudah seharusnya dapat memenuhi tugas serta kewajiban terhadap suaminya baik itu dalam hal urusan rumah tangga maupun kebutuhan biologisnya.

Seorang istri harus tetap pada tabiatnya, halus, sopan dan taat terhadap suami, tunjukan sikap yang diliputi oleh rasa kasih sayang terhadap suami dan anak-anaknya, hiburlah suami ketika sedang mengalami kesusahan dan tenangkanlah hatinya saat gelisah serta membangkitkan harapan ketika suami mengalami putus asa, itullah tugas dan kewajiban seorang istri yang baik.


Demikianlah penjelesan tentang Kewajiban sebagai seorang wanita terhadap dirinya yang harus anda ketahui.