BINTANG SAKINAH: Betapa Bahagianya Wanita Yang Mendapatkan Pendamping Yang Selalu Pengertian

Wednesday, May 23, 2018

Betapa Bahagianya Wanita Yang Mendapatkan Pendamping Yang Selalu Pengertian

BETAPA BERUNTUNGNYA ENGKAU WAHAI WANITA JIKA BERSUAMIKAN SEORANG INSAN YANG :

# Seorang suami yang ketika dalam keadaan emosi terberat sekalipun ia masih memanggil istri nya dengan panggilan sayang dan berlemah lembut, tak pernah berkata kasar.

Di dalam hadits dinyatakan,
“Bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukan kaum wanita. Sesungguhnya mereka itu (seperti) tahanan pada kalian.”
Ketahuilah, bahwa kata-kata yang menyakitkan itu akan menghancurkan wanita hingga nyaris membuat hatinya terbelah karena menangis. Maka, bersikaplah yang lemah lembut terhadap botol-botol kaca itu (kaum wanita) dan bersabarlah terhadap apa-apa yang berasal dari mereka.
Setiap manusia itu memiliki kesalahan dan hendaknya Anda bisa menahan diri. Hari-hari itu sangatlah singkat untuk kita pergi dari dunia yang liar ini. Jadikanlah pada kata-kata yang kasar itu untaian kalimat yang lembut, dan gantilah waut muka yang masam itu dengan senyuman. 

Di dalam hadits dinyatakan,
“Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik dalam memperlakukan istrinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istriku.”

# Seorang suami yang mampu membantu pekerjaan istri di rumah dengan senang hati.

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah ditanya: 
"Apakah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam rumah?"  

Ia radhiyallahu ‘anha menjawab: "

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang manusia biasa. Beliau menambal pakaian sendiri, memerah susu dan melayani diri beliau sendiri.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Demikianlah contoh sebuah ketawadhu’an dan sikap rendah hati (tidak takabur) serta tidak memberatkan orang lain. Beliau turut mengerjakan dan membantu pekerjaan rumah tangga. Seorang hamba Allah yang terpilih tidaklah segan mengerjakan hal itu semua.

Melihat Hadits diatas, menjadi renungan bagi suami-istri dalam menjalankan kehidupan rumah tangga, Salah satu hal yang sering menjadi sumber konflik adalah pekerjaan rumah tangga, khususnya bagi suami-istri yang masing-masing berkarir untuk kebutuhan hidup.

Di zaman ini, kebanyakan suami seolah-olah enggan untuk membantu istrinya dalam pekerjaan rumah tangga seperti mencuci baju, piring, hal ini mungkin bisa dimaklumi seandainya istrinya seorang ibu rumah tangga dan melakukan segala kegiatan dirumah, dan semua pekerjaan rumah bisa diurus dengan baik oleh istri.

Masalah muncul ketika suami dan istri sama-sama sibuk dengan pekerjaan diluar dan pekerjaan rumah terbengkalai karena istri sulit membagi waktunya. Alangkah baiknya seandainya suami istri yang sibuk bisa menggunakan alternatif-alternatif berikut:

1. Mempekerjakan pembantu rumah tangga.
Pekerjakan pembantu rumah tangga yang telaten dan berprilaku baik, jangan sampai adanya pembantu malah membuat konflik baru, bila tidak terlalu membutuhkan, bisa mempekerjakan hanya PRT part time yang tidak menginap dirumah, ini juga bisa mengirit budget untuk ruang pembantu.

2. Gunakan teknologi yang mempercepat pekerjaan rumah tangga
Seandainya mempekerjakan pembantu rumah tangga tidak memungkinkan, kita bisa membeli peralatan yang membuat pekerjaan rumah tangga lebih mudah dan cepat, seperti mesin cuci untuk mencuci, pompa air untuk air, pencuci piring otomatis, dan lain-lain.

3. Membagi Tugas antara Suami dan Istri
bila kedua opsi di atas tidak memungkinkan, suami-istri bisa membagi tugasnya dalam pekerjaan rumah tangga, suami jangan gengsi atau harga diri jatuh karena membantu pekerjaan rumah tangga sebagaimana istri membantu dalam mencari nafkah, istripun jangan sampai merasa tinggi harga diri sehingga tidak menghormati suaminya lagi


# Seorang suami yang ketika istri nya memiliki kekeliruan, sebelum menyalahkan istri nya,ia mengoreksi diri nya terlebih dahulu, lantas ia duduk dengan santai, sambil membelai kepala sang istri ia menasehati si istri dengan lemah lembut agar si istri memperbaiki kesalahan nya, sambil mendoa kan dan memuji sang istri atas kebaikan dan kelebihan lain yang ia miliki.

Ketika seseorang hendak memberikan nasehat hendaklah memperhatikan adab-adabnya karena adab tersebut sangat menentukan diterima atau tidaknya nasehat. Beberapa adab yang perlu diperhatikan adalah:

1. Mengharapkan ridha Allah Ta’ala
Seorang yang ingin menasehati hendaklah meniatkan nasehatnya semata-semata untuk mendapatkan ridha Allah Ta’ala. Karena hanya dengan maksud inilah dia berhak atas pahala dan ganjaran dari Allah Ta’ala di samping berhak untuk diterima nasehatnya. 

Rasulullaah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda;

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Artinya 
“Sesungguhnya setiap amal itu bergantung kepada niatnya dan sesungguhnya setiap orang itu hanya akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya (dinilai) kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka (hakikat) hijrahnya itu hanyalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya.”(HR. Bukhari dan Muslim


2. Tidak dalam rangka mempermalukan orang yang dinasehati
Seseorang yang hendak memberikan nasihat harus berusaha untuk tidak mempermalukan orang yang hendak dinasehati. Ini adalah musibah yang sering terjadi pada kebanyakan orang, saat dia memberikan nasihat dengan nada yang kasar. Cara seperti ini bisa berbuah buruk atau memperparah keadaan. Dan nasehatpun tak berbuah sebagaimana yang diharapkan.

3. Menasehati secara rahasia
Nasihat disampaikan dengan terang-terangan ketika hendak menasehati orang banyak seperti ketika menyampaikan ceramah. Namun kadangkala nasehat harus disampaikan secara rahasia kepada seseorang yang membutuhkan penyempurnaan atas kesalahannya. Dan umumnya seseorang hanya bisa menerimanya saat dia sendirian dan suasana hatinya baik. Itulah saat yang tepat untuk menasehati secara rahasia, tidak di depan publik. Sebagus apapun nasehat seseorang namun jika disampaikan di tempat yang tidak tepat dan dalam suasana hati yang sedang marah maka nasehat tersebut hanya bagaikan asap yang mengepul dan seketika menghilang tanpa bekas.


Al Hafizh Ibnu Rajab berkata: “Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia… Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.” (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam, halaman 77)

Abu Muhammad Ibnu Hazm Azh Zhahiri menuturkan, “Jika kamu hendak memberi nasehat sampaikanlah secara rahasia bukan terang-terangan dan dengan sindiran bukan terang-terangan. Terkecuali jika bahasa sindiran tidak dipahami oleh orang yang kamu nasehati, maka berterus teranglah!” (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44)

4. Menasehati dengan lembut, sopan, dan penuh kasih
Seseorang yang hendak memberikan nasehat haruslah bersikap lembut, sensitif, dan beradab di dalam menyampaikan nasehat. Sesungguhnya menerima nasehat itu diperumpamakan seperti membuka pintu. Pintu tak akan terbuka kecuali dibuka dengan kunci yang tepat. Seseorang yang hendak dinasehati adalah seorang pemilik hati yang sedang terkunci dari suatu perkara, jika perkara itu yang diperintahkan Allah maka dia tidak melaksanakannya atau jika perkara itu termasuk larangan Allah maka ia melanggarnya.

Oleh karena itu, harus ditemukan kunci untuk membuka hati yang tertutup. Tidak ada kunci yang lebih baik dan lebih tepat kecuali nasehat yang disampaikan dengan lemah lembut, diutarakan dengan beradab, dan dengan ucapan yang penuh dengan kasih sayang.

# Seorang suami yang memiliki sifat cemburu yang besar,hingga rasa cemburu nya menjadikan nya sebagai lelaki pelindung dan penjaga istri dengan sangat luar biasa hebat nya.

: Sikap cemburu suami terhadap istri dan pembelaannya terhadap martabat dirinya secara umum merupakan salah satu kewajiban dalam syariat Islam. Demikian pula dengan menjaga dan melindungi kehormatan. Suami yang berkarakter seperti itu perlu diacungi jempol karena memiliki rasa cemburu saat istrinya berkumpul dengan lelaki lain ketika dia tidak di rumah, atau ada bersamanya namun sikap mereka sudah mencurigakan. Dia juga patut dipuji karena mau menasihati istrinya untuk menjauhi lelaki tersebut atau lelaki lain pada umumnya, serta untuk tidak melakukan tindakan yang menimbulkan keraguan dan kecurigaan. 

Meskipun demikian, sekadar ucapan salam dari lelaki lain pada istri Anda, atau berkumpul (duduk bersama) dengannya, tidak dianggap sebagai talak dan tidak membuat pernikahan putus, meskipun itu semua adalah tindakan yang dilarang. Asumsi negatif suami terhadap istri dan lelaki yang mendekatinya itu, juga sikap suami yang mencurigai perbuatan istri dengan lelaki itu, tidak dianggap sebagai tindakan talak dan qadzaf (menuduh berzina). Dengan demikian, wanita tersebut tidak haram baginya dan tetap berstatus sebagai istrinya. 

Dia selaku suami berkewajiban untuk menjaga dan menasihatinya. Di sisi lain, istrinya harus menaati perintah suami demi menjaga kehormatan, menjauhkan diri dari tindakan negatif, dan menghindar dari tempat-tempat yang menimbulkan kecurigaan dan prasangka buruk, demi menjaga pribadinya dari hal-hal yang merusak agama dan kehormatan, menjaga hak Allah, dan menunaikan hak suami. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


# Seorang suami yang tak hanya menuntut istri untuk bersikap baik dan lembut terhadap orang tua dan keluarga nya,namun ia juga bersikap baik dan lemah lembut terhadap keluarga istri nya.
Bersikap positif
Sama seperti menantu, mertua juga merasakan pengalaman pertama menghadapi istri dari anaknya. Jadi cobalah bersikap positif karena mertua pun sebenarnya berusaha menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya.
Kesamaan
Perlakukan mertua seperti ibu Anda sendiri. Misalnya jatah mengunjungi ibu sendiri dan mertua bersama anak-anak. Atau hadiah yang diberikan kepada ibu sendiri dan mertua ketika mereka berulang tahun.
Kompetisi
Tanpa disadari, beberapa mertua memang terlihat seperti ingin berkompetisi dengan menantunya. Misalnya, jika mertua berkata masakan mereka adalah yang terhebat, jangan mengunggulinya. Anda justru harus rendah hati dan bertanya apa resep dari masakan tersebut untuk membesarkan hati mertua.
Menghormati
Ibu mertua biasanya lebih tua dari Anda. Jadi berusahalah untuk menghormati semua saran-saran dan perkataannya. Meskipun Anda tidak setuju, dengarkan saja dan tidak perlu membantahnya dengan keras.
Harapan
Beberapa menantu disambut baik oleh keluarga dari suami. Namun jika Anda bukan termasuk menantu yang demikian dan dianggap jauh dari harapan, jangan putus asa. Berikan mereka waktu untuk mengenal Anda dengan lebih baik.
Perhatian
Perhatikan apa keinginan ibu mertua, jika beliau ingin jalan-jalan, maka temani sesuai keinginannya. Jika mertua ingin membantu Anda memasak, biarkan saja. Dengan begini Anda juga akan mendapatkan nilai plus sebagai menantu.
Prioritas
Jadikan ibu mertua sebagai prioritas utama tentang apa yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga Anda. Misalnya selalu membagi foto anak-anak atau kabar gembira bagi mereka. Mertua suka melihat foto dari cucunya.
Saran
Ketika mertua memberi saran, dengarkan dengan baik. Tunjukkan Anda menghormati beliau meskipun terkadang sarannya tidak begitu baik. Jika tidak setuju, coba sampaikan pendapat dengan sopan dan jangan menyerang.
Anak-anak
Sekali-kali, titipkan anak kepada ibu mertua. Terkadang mertua menganggap cucu sebagai keluarga yang lebih berharga daripada anak. Anak juga pasti senang jika bisa berkumpul dengan neneknya.
Komunikasi
Jika ada hal buruk yang terjadi, Anda bisa mulai terbuka dengan suami sekaligus mertua. Sebab jika Anda hanya diam saja, segala sesuatu yang terpendam akan melukai diri Anda dan orang lain. Membicarakannya bersama bisa membantu masalah segera terselesaikan.


# Seorang suami yang ketika bercanda dengan istri dan anak nya,ia laksana anak kecil namun sangat disegani, lucu, menggemaskan namun takan takan pernah berbuat melebihi batas karena wibawa nya.


# Seorang suami yang selalu memuji istri di saat bersama istri, merayu dan bercanda tanpa merasa ia adalah raja dalam istana mereka.


# Seorang suami yang mampu menjadi sahabat terbaik, kekasih ter romantis, bersikap bak saudara terbaik, menggantikan orang tua dengan sangat baik, bisa memposisikan diri sesuai kondisi dan situasi yang di butuhkan si istri.


# Seorang suami yang bisa menjadi penasehat terbijak dan terbaik, yang menasehati tanpa menggurui, menegur kesalahan tanpa meremehkan si istri.


# Seorang suami yang selalu mengistimewakan, memuliakan dan mengasihi dengan super istimewa istri yang ia miliki.
Dalam islam, pernikahan memiliki tempat yang indah dan istimewa. Pernikahan yang diberkahi Allah adalah pernikahan yang penuh dengan kasih sayang dan perlakuan baik satu sama lain. Seorang istri wajib memperlakukan suaminya dengan mulia, begitu juga dengan suami, wajib memperlakukan istrinya dengan mulia.


Untuk para suami, inilah 4 cara untuk memuliakan istrimu:

Pertama, membayar mahar dengan sempurna.

Dan berikanlah mahar (mas kawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan.” (QS. An-Nisaa’: 4)

Mahar merupakan pemberian dari laki-laki pada perempuan yang akan dinikahinya, tergantung pada kemampuan si lelaki dan kerelaan si perempuan. Mahar ini adalah milik perempuan tersebut dan tidak bisa diambil atau diberikan pada siapapun, termasuk suaminya, kecuali dengan kerelaan istri. Semakin rela seorang perempuan untuk diberi mahar yang mudah, maka semakin tinggi derajatnya.

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Sebaik-baik pernikahan ialah pernikahan yang paling mudah.” (HR. Abu Daud)

Kedua, memberi nafkah kepada istrinya.

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Takutlah kepada Allah dalam memperlakukan wanita, karena kamu mengambil mereka dengan amanat Allah dan kamu halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah; dan kewajiban kamu adalah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan baik.”

Ketiga, memberi perlindungan kepada istrinya.

Kewajiban seorang suami yang dapat memuliakan istrinya adalah dengan melindungi istrinya dari berbagai ancaman, termasuk melindungi dari api neraka dengan mengajarkan kepadanya akhlaqul Qur’an.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. (Qs. at-Tahriim: 6)

Keempat, mempergauli istri dengan baik.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan pergaulilah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nisa: 19)
Dalam ayat ini tertulis frasa “muasyarah bil ma’ruf” yang berarti bercampur dan bersahabat. Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan makna dari frasa ini dengan “perbaikilah ucapan, perbuatan, penampilan sesuai dengan kemampuanmu sebagaimana kamu menginginkan dari mereka (pasanganmu), maka lakukanlah untuk mereka.”

Sedangkan dalam Tafsir Al-Manar disebutkan bahwa frasa tersebut berarti, “wajib atas orang beriman berbuat baik terhadap istri mereka, menggauli dengan cara yang baik, memberi mahar dan tidak menyakiti baik ucapan maupun perbuatan, dan tidak bermuka masam dalam setiap perjumpaan, karena semua itu bertentangan dalam pergaulan yang baik dalam keluarga.”

untuk para suami seperti ini, selamat....anda termasuk lelaki baik menurut agama....


خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى


“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap istriku” (HR. Ibnu Majah)
Dalam hadits tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mensabdakan bahwa laki-laki terbaik adalah yang paling baik terhadap istrinya.

buat wanita yang memiliki suami seperti itu, bersyukurlah, perlakukan suami anda dengan baik, sebelum anda menyesal kelak, karena suami seperti ini langka, bahkan hampir punah...
fosil dinosaurus saja di perlakukan dengan istimewa hanya karena ia sudah punah dan langka, maka perlakukan suami anda lebih baik dari pada musium memperlakukan fosil dinosaurus..


,,