Anda sebagai seorang Istri adalan ratu dalam rumahtangga. Maka dari itu bersikaplah bijaksana dan penuh pengertian. Hitunglah selalu pengeluaran uang anda. Atur perbelanjaan anda dengan suatu cara yang tidak mengganggu kesehatan dan juga kehormatan anda. Jangan suka bersaing dengan ibu-ibu yang lain dan juga jangan iri terhadap mereka.
Bila anda melihat baju baru dan bagus yang dipakai oleh seorang wanita, atau bila anda tertarik terhadap perabotan yang baru anda lihat dirumah teman anda, janganlah memaksa sang suami untuk membelikannya yang tidak akan terjangkau dengan kemampuan keuangannya serta janganlah memaksa dirinya untuk berhutang.
Tidaklah lebih baik anda menunggu hingga keuangan anda bertambah. Seandainya punya tabungan itupun lebih baik digunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan rumahtangga lainnya yang sangat penting dan mendesak.
Thalhah bin Abdullah ra. meriwayatkan, bahwa dia mendengarkan Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :
"Seorang wanita yang acuh lagi bermuka masam dihadapan suaminya dan menyebabkan susahnya, maka dia dimurkai oleh Allah, sehingga dia bisa tertawa dihadapan suaminya dan menggembirakannya"
( DURRATUN NAASHIHIN 1 hal 179)
( DURRATUN NAASHIHIN 1 hal 179)
Wanita-wanita yang acuh tak acuh dan mementingkan dirinya sendirilah yang kebanyakan tidak tahan terhadap godaan duniawi berupa gemerlapnya harta dan kemewahan serta dan cenderung mengarah kepada persaingan hidup yang tidak sehat.
Para wanita ini biasanya akan memaksa suaminya untuk berhutang, dan merekapun menjadi lelah dan sebal dalam berusaha serta tak pernah merasa puas.
Dan biasanya satu-satunya jalan keluar bagi laki-laki ini dalam masalah ini adalah pergi dan bercerai dengan istrinya atau bahkan lebih parah lagi adalah bunuh diri.
Wanita yang tak memahami tujuan dan arti yang sebenarnya dari pernikahan bahkan menganggap pernikahan sebagai perbudakan dimana suami diharuskan memenuhi semua kebutuhan material dan keinginan mereka yang kekanak-kanakan. Mereka menginginkan seorang suami yang melayani mereka seperti budak dan tidak merasa keberatan dengan pengeluaran mereka. Para wanita ini kadang-kadang bertindak lebih jauh lagi. Mereka membuat suami mereka lebih banyak mengeluarkan uang daripada kemampuan mereka yang akan berakhir dengan kebangkrutan, pembunuhan dan hal-hal lain yang membahayakan.
Wanita semacam ini merupakan aib bagi wanita yang lainnya. Bila harapannya yang muluk-muluk itu mengakibatkan perceraian, wanita itu akan kehilangan cinta dari anak-anaknya dan akan hidup dalam kesepian.
Bagi wanita semacam ini, menikah lagi bukanlah hal yang mudah. Kalaupun itu terjadi, belum tentu akan berhasil mengingat bahwa kebanyakan orang tidak mau menjadi budak tanpa alasan, dan suami yang baru pun belum tentu mampu memenuhi kebutuhannya secara lebih baik dari pada suami sebelumnya.
Sebagai ibu yang baik tidak akan memiliki sifat tamak, karena biasanya mereka akan menggunakan pola pikir serta akal yang sehat, menggunakan lebih banyak waktu dan usaha untuk kepentingan kesejahteraan keluarga, dari pada meniru perilaku orang yang boros.
Bila suami anda boros, segera hentikanlah dia dan kurangilah pengeluaran yang tidak penting. Dan dari pada membeli barang-barang yang tidak penting lebih baik ditabung untuk menghadapi masa-masa sulit.
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, yang artinya :
"Setiap wanita yang tidak cocok dengan suaminya, dan membujuknya agar berbuat sesuatu diluar kemampuannya, maka amal-amalnya tidak akan diterima oleh Allah, ia akan merasakan kemurkaan Allah di hari kebangkitan".
Dalam hadist lain, Nabi bersabda yang artinya :
"Wanita yang tidak cocok dengan suaminya, berarti ia tidak menerima karunia Allah. Dan bila ia bersikap kasar terhadap suaminya dengan menuntut lebih banyak dari pada yang mampu diberikan suaminya, maka shalatnya shalatnya tidak diterima oleh Allah dan Allah akan marah kepadanya".
Dalam hadist lain, Rasulullah bersabda, yang artinya:
"Setelah beriman kepada Allah, tidak ada karunia yang lebih besar dari pada kecocokan dengan pasangan hidup".
