Sebagai seorang istri yang setia, anda mungkin harus rela meninggalkan kampung halaman. Suami anda mungkin bekerja di perusahaan swasta ataupun pemerintah dan dikirim untuk bertugas di kota atau di negara lain. Ada orang yang menjalani hidup seperti ini untuk sementara waktu, tetapi ada juga yang selamanya. Pria terpaksa harus rela menerima situasi seperti ini, tetapi dengan situasi terebut justru beberapa wanita yang seharusnya mendampingi suami malah lebih memilih tinggal di kampung halaman bersama lingkungan keluarga dan sahabatnya. Karena biasanya wanita seperti ini lebih terbiasa dengan jalan, tembok, rumah tetangga di tempat lingkungan tempat kelahirannya. Dan ketika terpaksa harus memilih untuk mengikuti suaminya yang jauh dari kampung halamannya dimana ia bertugas, wanita semacam ini biasanya akan mengeluh :
"Mengapa aku harus tinggal jauh dari kampungku?"
"Sampai kapan aku harus berpisah dengan orang tuaku?"
"Aku tak memiliki siapa-siapa di tempat baruku".
"Aku tak dapat tinggal tinggal di tempat ini".
"Oh, suamiku, pikirkanlah jalan keluarnya!"
"Sampai kapan aku harus berpisah dengan orang tuaku?"
"Aku tak memiliki siapa-siapa di tempat baruku".
"Aku tak dapat tinggal tinggal di tempat ini".
"Oh, suamiku, pikirkanlah jalan keluarnya!"
Wanita tidak boleh membuat bingung suaminya dengan cara seperti ini. Mereka berpikiran sempit dengan selalu merasa bahwa tempat tinggal yang terbaik adalah kampung halaman tempat kelahirannya.
Ingatlah, bahwa manusia tidak akan pernah merasa puas walaupun tinggal di planetnya sendiri. Seperti juga seorang laki-laki yang harus melangkah ketempat lain untuk mencari pekerjaan dan teman yang pada akhirnya menemukan pasangan hidup yang tidak mau mempersiapkan hari depannya, hingga mereka tidak mau hidup di suatu tempat dengan jarak beberapa mil dari tempat kelahirannya.
Ia berpikir: "Mengapa aku harus meninggalkan teman-teman dan keluargaku di tempat yang asing seperti ini?"
Wanita seperti ini seolah-olah tidak yakin terhadap dirinya sendiri bahwa ia dapat menemukan teman-teman lain yang lebih baik di tempat yang jauh dari kampung halamannya.
Ibu yang baik,,!! Bijaksanalah dan bersedialah untuk berkorban. Jangan mementingkan diri sendiri. Ketahui dan sadarilah bahwa pekerjaan suami anda telah membawa anda jauh dari kampung halaman. Jangan membuatnya suami anda cemas dengan rengekan dan keluh kesah yang tak berguna.
Bila suami anda pegawai sipil ataupun anggota militer, ia akan pergi dalam tugas, bila ia pegawai swasta maka beruntunglah ia untuk dapat hidup di tempat lain.
Bila ia memberitahukan kepada anda bahwa dirinya harus pindah ketempat lain dalam rangka tugas dan harus menetap disana serta anda harus ikut dengannya, maka anda harus menyetujuinya. Segeralah anda membantunya untuk mengemasi barang-barang yang akan dibawa untuk kepindahannya dan anda harus berusaha agar merasa betah di sana.
Rencanakanlah hidup anda ditempat yang baru itu dan anda juga harus bisa menyesuaikan diri di sana. Karena anda adalah penduduk baru di sana dan belum mengenal sifat-sifat penduduknya, maka waspadalah terhadap mereka. Setelah itu, bergaullah dengan bantuan dan petunjuk suami anda. Usahakanlah untuk berteman dengan orang-orang yang saleh dan dapat dipercaya.
Semua tempat pasti mempunyai kelebihan dan kebaikan-kebaikannya sendiri. Begitupun anda ditempat baru, cobalah untuk bersantai dengan melihat-lihat keindahan alamnya ataupun mengunjungi bangunan-bangunan kuno.
Semua tempat pasti mempunyai kelebihan dan kebaikan-kebaikannya sendiri. Begitupun anda ditempat baru, cobalah untuk bersantai dengan melihat-lihat keindahan alamnya ataupun mengunjungi bangunan-bangunan kuno.
Di tempat baru, anda juga harus bisa mempersatukan seluruh keluarga dan mendorong suami anda dalam pekerjaannya.
Tak lama setelah itu, maka sedikit demi sedikit anda akan terbiasa dengan rumah serta lingkungan yang baru. Bisa juga malah anda lebih menyukainya di bandingkan dengan rumah yang lama. Andapun mungkin akan mendapati bahwa teman-teman baru anda lebih baik daripada teman-teman yang terdahulu.
Bila tempat yang baru ini kurang memiliki kemewahan yang biasa anda dapatkan di tempat yang lama, maka biasakanlah dengan kehidupan anda yang baru dan temukanlah kebaikan-kebaikannya. Tetapi bila anda tidak dapat lagi menikmati keistimewaan-keistimewaan seperti misalnya listrik, maka mungkin anda justru akan menikmati kemewahan dari alam dengan merasakan cuaca yang lebih baik dan udara yang lebih segar di lingkungan anda dan mungkin anda juga akan mendapatkan makanan dengan mutu yang lebih baik dan lebih segar.
Bila tidak ada jalan yang baik dan beraspal, maka mungkin anda tidak akan mendapatkan udara beracun karena anda akan terjauh dari kebisingan-kebisingan manusia dan mobil.
Berpikirlah sedikit mengenai orang-orang di kampung anda yang baru, lihatlah mereka betapa bahagianya hidup dirumah yang sangat sederhana dan tidak menginginkan sedikitpun kemewahan di kota dengan rumah-rumahnya yang indah bak istana. Tetapi anda juga harus berpikir tentang kebutuhan mereka yang mungkin terlantar. Bila anda dapat membantu, maka jangan ragu dan doronglah suami anda untuk memberikan bantuannya kepada mereka. Bila anda bijaksana dan menjalankan tugas anda sebagai seorang istri yang baik, maka anda akan dapat menjalani hidup yang nyaman dan tentram di tempat yang baru. Anda dapat membantu kemajuan suami anda.
Ibu yang terhormat, InsyaAllah dengan ini anda akan dikenal sebagai istri yang patuh dan terhormat. Anda akan dicintai oleh suami anda dan disukai oleh orang-orang disekitar anda. Lebih lagi, Allah akan ridho dengan anda, karena anda bersedia meninggalkan kampung halaman demi mendampingi suami.

