BINTANG SAKINAH: Bijaksanalah Dalam Menghadapi Setiap Pekerjaan Suami

Sunday, September 11, 2016

Bijaksanalah Dalam Menghadapi Setiap Pekerjaan Suami


Apakah anda seorang istri yang bahagia, karena mendapatkan suami yang sesuai dengan harapan anda?

 Dan apakah pekerjaan suami anda dengan penghasilan yang lumayan mampu membahagiakan kehidupan anda sekeluarga secara materi?

Atau apakah anda seorang istri yang kurang bersyukur karena ternyata suami anda tidak sesuai dengan harapan anda?

Sehingga anda selalu mengeluh dan mengomel terhadap pekerjaan suami anda kerana anda merasa kehidupan anda selalu kekurangan karena pekerjaan suami dan penghasilannya ternyata tidak sesuai dengan keinginan anda.

Semua orang yang sudah mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga pasti mempunyai pekerjaan, dan pekerjaan dari masing-masing individu pastilah juga berbeda. Misalnya :

-Seorang supir yang seringkali berada di atas tempat duduk dengan berpegangan pada kemudi mobil yang dikendarainya dan hidup dijalanan serta tidak setiap malam dapat pulang kerumah.

-Seorang polisi, yang mungkin harus berjaga dalam beberapa malam atau sedang ada tugas yang membutuhkan waktu berhari-hari.

-Seorang dokter dengan kesibukannya menangani pasien sehingga hanya mempunyai sedikit waktu untuk keluarganya.

-Seorang ilmuwan ataupun dosen yang lebih banyak menghabiskan waktu malamnya untuk membaca ataupun menyelesaikan suatu tugas.
-Seorang montir dengan kesibukannya menangani mesin serta bajunya mungkin sangat kotor dan berbau oli ataupun minyak.

-Seorang buruh pabrik yang bekerja pada sif malam yang selalu siap dengan serangan rasa kantuk.

-Dan ada juga buruh-buruh yang lain yang dengan penuh keikhlasan harus menerima terpaan panasnya sinar matahari yang mungkin juga penuh dengan resiko serta belum tentu setiap hari, atau minggu pulang kerumah, bahkan mungkin bisa sampai berbulan-bulan baru bisa ketemu dengan keluarganya.

Maka dari itu jarang ada pekerjaan yang benar-benar menyenangkan dan tidak memberikan rasa tidak senang kepada keluarga. Tidak ada jalan lain untuk mendapatkan penghasilan yang halal kecuali dengan bekerja. Laki-laki harus dapat menerima kesulitan-kesulitan dalam pekerjaannya. Namun disamping menghadapi kesulitan dalam pekerjaannya ternyata ada masalah lain yaitu keluhan dari keluarganya, dan biasanya adalah dari sang istri.

Seorang wanita akan lebih menyukai bila suami berada didekatnya dan berada di rumah bila hari telah menjelang malam. Kebanyakan wanita menginginkan suaminya untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dengan bayaran yang tinggi. Mereka ingin mempunyai cukup waktu untuk bepergian di malam hari. Namun, sayangnya pekerjaan laki-laki tidak selalu sesuai dengan harapan istrinya, dan hal ini untuk beberapa keluarga dapat menjadi sumber percekcokan dan pertengkaran.

Seorang pengemudi yang sudah beberapa malam berada di jalanan, yang tidak merasakan tidur yang nyaman dan juga tidak makan dengan teratur tiba waktunya untuk pulang dengan harapan memasuki rumahnya dengan tenang agar dapat beristirahat dan mendapatkan kedamaian serta kenyamanan bersama keluarga. Namun istrinya, tanpa meluangkan waktu semenit pun setelah bertemu suaminya yang baru datang mulai mengeluh dan mengomel :

"Hidup macam apa ini?"
"Mengapa meninggalkan dengan anak-anak ini dan kemana saja kau?"
"Aku harus mengerjakan semua pekerjaan ini sendiri karena tidak ada yang membantu. Aku tak tahan lagi dengan anak-anak nakal ini. Sebenarnya menjadi pengemudi bukan pekerjaan yang baik. Kau harus mengganti pekerjaan kamu atau mengakhiri hidup bersama aku. Aku tidak dapat hidup seperti ini lagi!"

Seorang pengemudi yang malang yang mempunyai istri semacam ini, tentu saja istrinya tidak bisa di harapkan untuk bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, dan keadaan seperti ini bisa saja membahayakan jiwanya serta jiwa orang-orang yang berada diantaranya.

Bagaimana seorang dokter yang sejak pagi hingga malam menghampiri puluhan pasiennya tidak dapat lepas dalam menghadapi omelan istrinya. Lalu bagaimana ia bisa bekerja dengan baik dalam bidang kesehatan tersebut?

Lalu bagaimana seorang pegawai yang bekerja pada giliran sif malam bisa bekerja dengan baik dan penuh semangat bila harus terus mendapatkan omelan istrinya yang cerewet?

Dan juga bagaimana seorang ilmuwan dapat berhasil dalam pekerjaan dibidangnya bila istrinya terus-menerus mengeluh dan merengekinya?

Terus ada lagi seorang buruh yang mendapat penghasilan pas-pasan dan setiap pulang kerumah selalu mendapatkan muka cemberut istrinya yang selalu merasa hidupnya serba kekurangan dan tidak pandai bersyukur atas penghasilan suaminya. Bagaimana ia dapat meningkatkan perekonomian keluarganya bila istrinya selalu mencela penghasilannya?

Ada beberapa tes yang membedakan antara wanita yang bodoh dan wanita yang bijaksana.

Duhai para ibu yang baik hati, ingatlah bahwa kita tidak dapat menjadikan dunia sesuai dan menurut apa yang kita inginkan, tetapi setidaknya kita dapat menyesuaikan diri kita dengan keadaan yang ada. Suami anda harus mempunyai pekerjaan untuk bisa mendapatkan penghasilan demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Tetapi setiap masing-masing individu yang bekerja pastilah mempunyai kondisi tertentu yang berbeda-beda, dimana anda sebagai pasangan hidupnya haruslah menyesuaikan diri dari kondisi pekerjaan suami tersebut. Dan anda harus bisa mengatur kehidupan keluarga anda menurut pekerjaannya.

Syukurilah setiap rizki yang didapat suami anda. Sambutlah kepulangannya dengan wajah gembira dan bersikap baiklah kepadanya. Bijaksanalah dan terimalah pekerjaannya. Jika memang rizki yang diberikan Allah SWT kepada suami anda memang hanya segitu,,

Mengapa anda harus mengomel dan menyalahkan pekerjaannya?

Para ibu yang baik, sadarilah bahwa suami anda bekerja pastilah sedang berusaha mengumpulkan uang dan membawanya pulang  untuk anda dan anak-anak. Walaupun mungkin tempat pekerjaan suami jauh dari tempat anda dan butuh beberapa waktu untuk bisa mengumpulkan dan membawa uang hasil dari pekerjaan tersebut. Maka tak ada yang salah dalam pekerjaannya. Dan bila anda masih saja suka mengomel dan menyalahkan pekerjaannya, justru kesalahan itu terletak pada diri anda yang selalu berharap lebih dan tidak mampu untuk menyesuaikan diri anda dengan kondisi yang ada.

Apakah tidak bijaksana untuk membiasakan diri dengan situasi yang ada dan merasakan hidup yang lebih tentram lagi nyaman?

Apakah tidak lebih baik bila anda menyambutnya dengan wajah tersenyum dan mendorongnya agar mengerjakan tugasnya dengan ucapan selamat tinggal yang hangat ketika ia meninggalkan rumah untuk bekerja?

Bila anda bersikap baik terhadapnya, maka daya tariknya terhadap keluarga akan lebih besar walaupun pekerjaannya akan menjauhkan dirinya dari anda, dan ketika pekerjaan selesai ataupun ada kesempatan untuk pulang, maka ia akan pulang seawal mungkin dan dengan doa dari anda ia tidak akan celaka dijalan dan moralnya akan tetap sehat. Karena ia merasa ketika sampai dirumah, anda akan menyambutnya dengan senyuman dan rasa penuh hormat.

Wahai para ibu yang baik hati, mungkin beberapa dari anda suaminya bekerja di malam hari dan ia telah kehilangan waktu tidur malamnya yang baik karena ingin menutup kebutuhan-kebutuhan hidup dan tanggung jawabannya kepada keluarganya. Usahakanlah untuk membiasakan diri dengan situasi seperti itu dan janganlah mengungkapkan kekesalan anda. Bila anda merasa bosan ataupun kesepian tanpa suami di malam hari, cobalah mengerjakan beberapa pekerjaan rumah, membaca buku atau mungkin menulis sesuatu yang bermanfaat. Pada pagi harinya, siapkanlah sarapan pagi bila suami anda pulang usai bekerja, lalu aturlah tempat tidurnya senyaman mungkin agar suami bisa istirahat dan tidur dengan tenang. Jagalah agar anak-anak tidak membuat kegaduhan, dan ajarkanlah untuk tidak mengganggu bila ayahnya sedang beristirahat. Mungkin anda juga kurang tidur maka beristirahatlah bersama suami anda disiang hari. Tetapi jangan lupa bahwa ia tidak tidur semalaman, dan tidur disiang hari baginya sama dengan tidur di malam hari bagi anda. Wanita dengan kondisi semacam itu harus memiliki dua aturan, satu untuk dirinya dan satu lagi untuk suaminya.

Ibu-ibu yang terhormat, anda harus tetap bersyukur terhadap pekerjaan suami anda, selama pekerjaan itu halal dan baik baginya dan baik pula untuk keluarganya. Entah pekerjaan suami anda itu seorang  pengemudi, dokter, pegawai, ilmuwan bahkan buruh sekalipun, maka anda harus bangga terhadapnya. Suami anda bukan seorang pengangguran, atau memiliki pekerjaan yang tidak sesuai dengan agama. Maka hargailah ia dan tunjukkanlah rasa syukur anda.

Jangan mengharapkannya untuk meninggalkan pekerjaannya, walaupun mungkin pekerjaan suami anda tidak sesuai dengan yang anda harapkan, tetapi cobalah untuk menyesuaikan diri dengan apa yang ada.

Begitupun juga ketika suami anda sedang bekerja menyelesaikan tugas di dalam rumah, entah itu sedang membaca, menulis, ataupun mengadakan suatu riset dalam suatu bidang, maka lebih baik jangan mengganggunya kecuali ia membutuhkan bantuan anda. Anda dapat mengerjakan pekerjaan rumah atau membaca buku tanpa mengganggunya. Ataupun dengan persetujuannya, pergilah kerumah kerabat yang dekat atau teman-teman disekitar rumah anda. Dan bila ia sedang beristirahat, usahakanlah untuk berada di rumah. Siapkanlah menu makannya dan keperluan-keperluannya yang lain. Terimalah suami anda dengan wajah tersenyum dan kelakuan yang baik. Dengan menunjukkan kebaikan hati dan menyenangkannya, anda akan dapat menghilangkan lelahnnya. Bila anda istri yang baik, anda tak hanya bisa mendorong kariernya, tetapi juga memperbaiki pelayanannya yang mungkin dibutuhkan masyarakat disekitar anda.

    Tidak semua wanita beruntung mendapatkan laki-laki yang bekerja keras yang sesuai dengan harapannya seperti suami anda. Maka dengan bersikap baik dan mau berkorban, buktikanlah bahwa berharga dan menjadikan seorang istri yang juga sesuai harapannya. Jadilah anda seorang isteri yang selalu ada dan hanya untuk suami anda.