BINTANG SAKINAH: Menghadapi Keluarga Suami Dengan Cara Yang Bijaksana

Wednesday, September 7, 2016

Menghadapi Keluarga Suami Dengan Cara Yang Bijaksana

   Salah satu penyebab problem kehidupan rumah tangga biasanya adalah berasal dari keluarga suami atau dari keluarga istri. Beberapa wanita bahkan tidak dapat berhubungan dengan baik, baik itu dengan ibu, saudara perempuan, atau saudara laki-laki suaminya. 

    Di satu pihak, istri mungkin berusaha menguasai suaminya sehingga ia tidak dapat lagi memberikan perhatian kepada ibu dan keluarganya, dan mungkin sang istri menunjukkan ketidaksenangannya terhadap mereka.

    Di lain pihak, ibu mertua dirinya sebagai pemilik anak dan menantu perempuannya. Sang ibu mertua berusaha keras untuk menguasai anaknya dan bersikap waspada kalau-kalau wanita yang baru itu akan berkuasa penuh terhadap anaknya. 

    Mungkin ibu itu akan mengarang-ngarang cerita bohong tentang menantu perempuannya atau mencari-cari kesalahannya. Sikap yang demikian mungkin akan dibarengi dengan berbagai perdebatan bahkan kadang-kadang malah memperlihatkan sikap yang bermusuhan terhadap menantu perempuannya. 

    Situasi semacam ini akan bertambah buruk bila mereka tinggal dalam satu rumah. Walaupun sebenarnya percekcokan itu terjadi diantara kedua wanita tersebut, namun penderitaan dan perasaan tertekan yang sebenarnya justru adalah pada laki-laki yang berada ditengah-tengahnya.

    Suami terjebak dalam suatu perdebatan dimana ia sendiri tidak dapat memihak salah satu. Di satu sisi adalah istrinya yang ingin merasakan kehidupan yang merdeka tanpa ada gangguan dari orang luar. Dan suami sebenarnya merasa bahwa ia harus mendukung sang istri dan membahagiakannya.

    Di sisi lain, ia berpikir tentang orangtuanya yang telah membantunya dalam kehidupannya, pendidikannya, dan telah menggunakan masa hidup mereka untuk membesarkannya. Ia merasa bahwa orangtuanya mengharapkannya pada masa-masa di mana mereka membutuhkan dirinya dan menyingkirkan mereka bukanlah perbuatan yang adil. Disamping itu, bila ia sendiri membutuhkan sesuatu, siapa lagi yang akan menolongnya, selain orangtua dan keluarganya? Karena itu ia berpikir bahwa teman-temannya yang paling baik dan dapat dipercaya adalah orangtua dan keluarganya. Maka dilema seorang laki-laki adalah bahwa ia harus memilih istrinya dan menyingkirkan orangtuanya atau sebaliknya ?  Tetapi tidak satupun dari hal ini dapat dibenarkan.

    Secara bertanggungjawab ia harus mengatasi kedua belah pihak dan menjaga agar keduanya tetap merasa puas, dan ini adalah tugas yang sangat sulit. Satu-satunya jalan untuk menenangkan situasi ini adalah bahwa wanita harus setia dan bijaksana. Seorang laki-laki dalam situasi seperti ini mengharapkan istrinya agar membantunya untuk memecahkan persoalan ini. Bila sang istri menghormati istri mertuanya mintalah nasehat darinya, dan bersikaplah ramah dan patuh kepadanya, maka ibu mertua pun benar-benar akan mendukungnya.

    Apakah tidak menyedihkan bila seorang yang dapat menarik perhatian banyak orang lewat kebaikan hati dan kelakuan baik, harus menolak mereka dengan kekerasan hati dan sikap mementingkan diri sendiri?

    Apakah anda tidak menyadari bahwa, dalam naik dan turunnya kualitas kehidupan, orang mungkin akan memerlukan bantuan orang lain, terutama keluarga yang akan membantu anda ketika orang lain meninggalkan anda?

    Apakah tidak lebih baik untuk lebih membina hubungan baik dengan keluarga lewat pertimbangan dan kelakuan yang baik?

    Apakah memang adil untuk berteman dengan orang-orang yang yang belum lama anda kenal tetapi menjauhkan diri dari keluarga sendiri?

    Pengalaman menunjukkan bahwa, bila seseorang sedang membutuhkan pertolongan dimana teman-teman dekat justru menjauh dan tidak peduli serta meninggalkannya, tetapi tidak dengan keluarganya yang mungkin pernah disingkirkan dari kehidupannya malah merekalah yang akan datang membantu. Hal ini di sebabkan karena ikatan keluarga bersifat alami dan tidak dapat dengan mudah untuk di putuskan.

    Pepatah mengatakan :

"Walaupun daging kita dimakan oleh keluarga, mereka tidak akan membuang tulang-tulangnya!"

    Imam Ali mengatakan :

"Orang tidak dapat hidup tanpa keluarganya walaupun ia memiliki kekayaan dan anak-anak".

    Orang akan memerlukan penghormatan dan kebaikan hati dari keluarganya. Merekalah yang akan membantu kita, baik secara fisik maupun mental. Keluarga selalu datang membantu disaat kita membutuhkan mereka, dan mereka akan datang lebih cepat dari siapapun juga. Barang siapa menyingkirkan keluarganya, ia akan kehilangan banyak tangan yang dapat membantunya.