warahmatullahi
wabarakatuh
Dalam Islam, ketaatan seorang istri mengurus suami mempunyai posisi yang sangat penting dan telah di sejajarkan dengan jihad.
Salman Al Farisy meriwayatkan ;
bahwa Fatimah ra. masuk berkunjung kepada Rasulullah.
Ketika melihat Rasulullah, kedua matanya matanya mencucurkan air mata dan berubahlah roman mukanya.
Kemudian Rasulullah bertanya :
"Mengapa engkau hai anakku ?"
Fatimah menjawab :
"Wahai Rasulullah ayahku, tadi malam saya dan Aly bergurau, dan telah timbul percakapan yang menyebabkan dia marah kepadaku, karena kata-kata yang terlontar dari mulutku. Ketika aku melihat bahwa dia (Aly) marah, aku menyesal dan merasa susah,
kemudian aku berkata kepadanya :
"Hai kekasihku, sayangku, relakanlah atas kesalahanku",
seraya aku mengelilinginya dan merayunya sebanyak tujuh puluh dua kali, sehingga dia menjadi rela dan tertawa kepadaku, dengan segala kerelaannya; sedang saya tepap merasa takut kepada Tuhanku".
Rasulullah bersabda kepada Fatimah :
"Hai anakku, demi Dzat yang telah mengutus aku sebagai nabi dengan agama yang benar, sesungguhnya sekiranya engkau mati sebelum Aly rela kepadamu, maka aku tidak akan menyalati mayatmu".
Kemudian Beliau bersabda lagi :
"Hai anakku, tidakkah engkau mengetahui, bahwa kerelaan seorang suami itu juga merupakan kerelaan Allah dan kemarahan seorang suami juga merupakan murka Allah".
"Hai anakku, seorang perempuan yang beribadah betul-betul seperti ibadahnya siti Maryam anak putri Imran, kemudian suaminya tidak merelakan kepadanya, maka Allah tidak akan menerima dari padanya (akan amal ibadahnya)".
"Hai anakku, amal yang yang paling utama bagi para wanita adalah ketaatan mereka kepada suami, dan sesudah itu tidak ada lagi amal yang paling utama dari pada bercumbu/bersantai (dengan suami)".
"Hai anakku, duduk satu jam dalam bercumbuan/bersantai (dengan suami), lebih baik bagi mereka dari pada ibadah satu tahun, dan di catat tiap-tiap pakaian yang di kenakan pada waktu bercumbu/bersantai, seperti pahalanya seorang mati syahid".
"Hai anakku, sesungguhnya seorang perempuan apabila bercumbu sehingga memakaikan pakaian untuk suaminya dan anak-anaknya, maka sudah pasti baginya sorga, dan Allah memberikan kepadanya tiap-tiap yang dikenakan dari beraneka pakaian akan sebuah kota didalam sorga". (Durratun Nasihin 1: 180)
jadilah wanita yang memiliki sifat-sifat yang baik dan sikap yang menyenangkan bagi suami.
Jadilah pendamping yang taat kepada suami.
Karena seorang wanita dapat mengubah rumahnya menjadi sorga yang agung ataupun neraka yang menyala.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
"Barang siapa mengerjakan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan, dan ia seorang beriman, maka pastilah Kami (Allah) akan memberinya kehidupan yang baik dan Kami memberi balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang mereka kerjakan." [QS. An-Nahl: 97]
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Dan inilah balasan bagi perempuan shalihah dan beruntung disisi Allah :
1] Perempuan yang akan masuk sorga dari pintu mana dia kehendaki.
Anas bin malik meriwayatkan, bahwa Nabi Shalallahu'alaihi wasalam bersabda, yang artinya ;
Anas bin malik meriwayatkan, bahwa Nabi Shalallahu'alaihi wasalam bersabda, yang artinya ;
"Seorang perempuan apabila mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa sebulan (bulan Ramadhan), memelihara farjinya (kemaluannya) dan mentaati suaminya, maka akan masuk sorga dari pintu mana dia kehendaki"
2] Perempuan yang akan dibukakan baginya delapan pintu sorga, dan dia bebas masuk tanpa hisab.
Abdurahman bin Auf meriwayatkan, bahwa Nabi Shalallahu'alaihi wasalam bersabda, yang artinya ;
"Seorang wanita yang shalih itu lebih baik dari pada seribu orang laki-laki yang tidak shalih, dan seorang perempuan yang berkhidmat (melayani) suaminya selama seminggu, maka ditutuplah dari padanya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya delapan pintu sorga, dari mana dia masuk bebas tanpa hisab".
3] Perempuan yang akan bebas dari siksa api neraka dan mudah melewati jembatan (shiraathal mustaqiim).
Siti Aisah Ra. meriwayatkan, bahwa Nabi Shalallahu'alaihi wasalam bersabda, yang artinya ;
"Tidaklah seorang perempuan yang haidh itu kecuali haidhnya/menstruasinya merupakan kifarat atau tebusan untuk dosa-dosanya yang telah lewat; dan bila malam pertama haidhnya dia membaca :
"Alhamdu lilahi'alaa kulli haalin wa astaghfirullaaha min kulli dzanbin"
("segala puji bagi Allah dalam segala situasi dan saya memohon ampun kepada Allah dari segala dosa")
maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melewati jembatan (shiraathal mustaqiim) serta aman dari siksa, bahkan Allah ta'aalaa mengangkat dia ke atas derajat seperti derajatnya empat puluh orang mati syahid bila dia selalu dzikir/ingat kepada Allah selama dalam haidhnya".
Ini adalah bagi orang-orang perempuan yang shalih.
4] Perempuan yang dimintakan ampunan oleh segala sesuatu yang disinari matahari.
Abdulah bin Mas'ud ra. menerangkan bahwa Nabi shalallahu'alaihi wasalam bersabda, yang artinya ;
"Apabila seorang perempuan mencuci pakaian suaminya, maka Allah mencatat baginya seribu kebaikan dan mengampuni dua ribu kesalahan/dosanya bahkan segala sesuatu yang disinari oleh matahari memintakan ampunan baginya serta Allah mengangkat seribu derajat baginya".
Subhanallah, semoga artikel ini bermanfaat.
Wassalamu'alaikum
warahmatullahi
wabarakatuh
jadilah wanita yang memiliki sifat-sifat yang baik dan sikap yang menyenangkan bagi suami.
Jadilah pendamping yang taat kepada suami. Karena seorang wanita dapat mengubah rumahnya menjadi sorga yang agung ataupun neraka yang menyala.
Subhanallah, semoga artikel ini bermanfaat.
Wassalamu'alaikum
warahmatullahi
wabarakatuh
