Laki-laki harus mempunyai kebebasan dalam berusaha dan berasosiasi supaya ia dapat bekerja dan mencapai kemajuan yang sesuai dengan dirinya. Bila laki-laki dibatasi dalam aktivitas-aktivitasnya maka mereka akan merasa tidak enak. Wanita yang bijaksana tidak akan mengganggu suaminya dengan keinginan-keinginan yang diluar dari kemampuannya. Dia tidak boleh selalu memantau gerakan-gerakan suaminya. Karena seorang isteri juga harus mengerti bahwa dengan tidak memberikan kebebasan yang dibutuhkan oleh suaminya, dan dengan mencoba mengontrol aktivitasnya, maka suaminya pun akan menanggapi dengan kemarahan.
Seorang suami yang bijaksana dan berpengalaman tidak perlu dikontrol, karena suami semacam ini akan selalu bisa memberikan langkah-langkah yang bijaksana dalam setiap aktivitasnya. Mereka tidak dapat di tipu, dan tahu benar siapa teman dan siapa musuh mereka. Namun sebaliknya, ada pria yang sederhana, bahkan terlalu sederhananya mereka dapat dengan mudah ditipu dan di pengaruhi oleh teman-temannya.
Ada banyak orang yang suka menipu dan lihai serta selalu memanfaatkan orang-orang yang lugu seperti itu. Biasanya para penipu itu akan selalu berusaha menjadi orang yang sangat baik dihadapan korbannya. Kemudian mereka akan menjebak dan menyeret orang yang lugu tersebut untuk melakukan penyelewengan. Masyarakat yang menyeleweng dengan sifat yang tak mau menyerah tidak akan membantu situasi seperti ini. Sedang orang-orang sederhana dengan keluguannya tersebut mungkin untuk sementara waktu tidak menyadari tindakannya yang sebenarnya telah menyimpang. Dan pada suatu waktu pasti dirinya terbangun dan mendapati dirinya telah terperangkap tanpa tahu jalan keluarnya.
Bila anda melihat di sekeliling anda, mungkin ada banyak orang yang malang seperti itu. Mungkin, tak satupun dari mereka bermaksud untuk masuk perangkap atau menyeleweng, tetapi itu di sebabkan terlalu sederhananya mereka dengan ketidaktahuan dan ketidak pedulian serta tidak adanya langkah bijaksana dari mereka.
Dan kaitannya dengan hal ini maka seorang suami yang sederhana seperti itu perlu perhatian dari seorang istri. Dengan memperhatikan aktivitas-aktivitas mereka, maka seorang istri punya peranan penting sebagai orang terdekat dan terbaik untuk melakukan langkah-langkah yang bijaksana dengan maksud untuk membantu suami mereka.
Dan seorang istri yang pandai, bijaksana dan baik dapat melaksanakan tugas terbesar melalui langkah-langkah bijaksana terkait dengan suami mereka.
Dan seorang istri yang pandai, bijaksana dan baik dapat melaksanakan tugas terbesar melalui langkah-langkah bijaksana terkait dengan suami mereka.
Namun para istri tersebut juga harus ingat agar tidak secara langsung ikut campur dengan urusan suami-suami mereka dan mendikte mereka tentang apa-apa yang harus mereka lakukan dan apa-apa yang tidak boleh mereka lakukan. Alasannya adalah karena kebanyakan kaum pria tidak suka diperlakukan sebagai alat yang dipegang oleh orang lain, atau mereka akan bersikap keras. Tetapi wanita yang bijaksana, akan memperhatikan aktivitas-aktivitas dan hubungan-hubungan suaminya secara tidak langsung tanpa sepengetahuannya.
Kadang-kadang terjadi juga, suami beberapa kali pulang terlambat. Bila ini masalahnya dan jumlah terlambatnya masih dalam batas-batas yang dapat diterima, maka sebagai seorang istri anda tidak perlu cemas, karena kadang-kadang pria mempunyai hal-hal tertentu yang tidak terduga dan mereka selesaikan setelah bekerja. Namun jika jumlah keterlambatannya melebihi batas-batas kewajaran, maka istri harus berusaha mempertanyakannya. Tetapi mempertanyakan bukanlah hal yang mudah, karena sedikit saja salah paham bisa panjang urusannya. Ini memerlukan kesabaran dan kebijaksanaan, kita juga harus menghindari kemarahan dan protes. Seorang istri mula-mula harus menanyaninya dengan lemah lembut. Anda harus menanyakan mengapa ia pulang agak terlambat dari hari-hari biasanya dan kemana saja dia pergi. Anda harus menanyakan hal ini dengan bijaksana dan sabar pada waktu-waktu yang berbeda dan pada kesempatan-kesempatan yang berbeda pula.
Bila anda mendapati bahwa ia pulang terlambat karena pekerjaannya atau menghadiri pertemuan-pertemuan ilmiah, keagamaan atau moral, maka biarkanlah.
Bila anda merasa bahwa ia menemukan teman baru, maka anda harus tahu siapa orangnya. Bila kawan barunya itu adalah orang yang berkelakuan baik dan dengan catatan yang bersih, maka anda tidak perlu kuatir. Bahkan anda dianjurkan untuk mendorongnya berteman dengan kawan yang baru itu, karena mempunyai teman yang baik merupakan rahmat dari Tuhan.
Tetapi bila anda berpikir bahwa suami anda telah menyeleweng atau berteman dengan orang-orang yang menyeleweng dan tidak benar, maka anda harus segera menghentikannya. Seorang wanita dalam situasi semacam ini mempunyai tanggungjawab yang besar. Kesalahan sedikit saja dalam menanganinya, melalui kecerobohan akan berakibat fatal dan bisa berujung pada perpecahan rumah tangga. Inilah situasi dimana kepandaian dan kebijaksanaan kaum wanita dapat bermanfaat dan tampak jelas. Dan harus diingat bahwa saling tuduh dan saling bantah dan berakibat percekcokan bukan suatu cara untuk menyelesaikan masalah dan dapat berakibat sebagai sesuatu yang melawan secara pasti.
Seorang wanita yang mengalami kejadian semacam ini mempunyai dua tugas yang harus di diselesaikannya
1. Mula-mula ia harus mengira-ira situasi rumah dan mempertimbangkan diri dan sikapnya. Ia harus mencari tahu alasan perbuatan suaminya. Ia harus dengan adil memutuskan mengapa suaminya menjadi dingin terhadap keluarga dan melakukan penyelewengan. Mungkin ia akan mendapati bahwa sikapnyalah yang menyebabkan atau mungkin dirinyalah yang menjadi penyebab. Mungkin ia tidak mempedulikan pola makannya, kecantikannya, atau rumahnya. Persoalan-personal yang kelihatannya sepele semacam itu justru malah menjadi penyebab untuk memancing pria keluar dari rumah. Lalu mereka akan melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang agar dapat melupakan persoalan-persoalan yang ada di dalam rumah tangganya.
Istri dapat menanyai suaminya dan mencoba membantu memecahkannya. Bila seorang wanita memperbaiki dirinya dan merubah rumahnya sesuai dengan selera suami, maka ia boleh berharap untuk menarik suaminya kembali ke keluarganya dan menghindarkannya dari tempat-tempat yang menyimpang.
2. Ia harus menunjukkan sebanyak mungkin kebaikan kepada suaminya. Ia harus mengingatkan dan menasehatkan kepadanya mengenai akibat buruk dari perbuatannya. Ia bahkan harus menangis dan memohon kepada suaminya untuk menghentikan pergaulannya yang tidak baik.
Ia harus mengatakan kepadanya :
"Aku mencintaimu dari lubuk hatiku. Aku bangga padamu. Aku memilihmu di atas segalanya dan aku telah siap untuk mengabdikan diriku padamu. Tetapi aku telah menjadi sedih karena satu hal; mengapa seorang pria seperti engkau mempunyai teman-teman semacam itu; atau menghadiri pesta semacam itu? Perbuatan yang demikian itu tidak cocok bagimu, tolonglah, hentikan itu".
Istri harus terus bersikap demikian hingga ia mendapatkan hati suaminya.
Mungkin suami terbiasa melakukan hal-hal yang kurang baik dan ia tidak mudah di pengaruhi, tetapi istri tidak boleh menjadi kecewa. Ia harus melaksanakan tujuannya dengan kekuatan dan kesabaran yang lebih besar.
Wanita mempunyai kekuatan dan pengaruh besar terhadap pria. Ia mampu melakukan apapun yang dikehendakinya asalkan ia menggunakan pikirannya. Bila seorang wanita memutuskan untuk menyelamatkan suaminya dari kotornya penyelewengan, maka ia dapat melakukannya. Ada peluang sebesar delapan puluh persen untuk berhasil, bila ia bertindak bijaksana. Namun ia tidak boleh menggunakan kekerasan atau sikap kasar, kecuali jika ia melihat bahwa dengan bersikap lemah lembut tidak akan membuahkan hasil. Setelah itu ia bahkan harus bertengkar, meninggalkan rumah atau dengan menggunakan cara lain yang memungkinkan dan tidak secara mendendam.
Merawat suami merupakan tugas istri, itu merupakan tugas yang sulit dan itulah sebabnya Rasulullah SAW. menyatakan :
"Jihad seorang wanita adalah mengurus suaminya dengan baik"
