"PERSELINGKUHAN DI DUNIA MAYA CENDERUNG TERJADI KHUSUSNYA FACEBOOK DI AWALI DENGAN HAL YANG SEPELE''
Hampir semua orang yang mempunyai gadget pintar, pastilah menggunakan sosial media. Karena pada dasarnya manusia pastilah butuh hiburan dan informasi. Dan mereka cenderung menggunakan sosial media sebagi sumber dari berbagai informasi dan hiburan.
Siapa sih yang ga kenal namanya Facebook, Twitter, BB, Instagram, WA, Line dan lainnya. Dan sebagian besar dari kita adalah pengguna Facebook. Dengan sosial media kita juga bisa berhubungan lewat dunia maya dengan semua orang dari berbagai negara. Dengan sosial media kita juga bisa mendapatkan kenalan yang akhirnya menjadi teman dekat.
Bahkan dalam beberapa kasus, sosial media adalah salah satu penyebab rusaknya rumah tangga karena perselingkuhan, dan kebanyakan dari kasus tersebut wanita adalah yang selalu menjadi korban.
Pada awalnya mungkin karena ingin mempunyai teman yang banyak, mereka menggunakan sosial media sebagai sarana yang sangat menunjang. Dengan mengkonfirmasi pertemanan antara pria dan wanita, mereka saling mengapload foto dan status, dan hanya sebatas sering jempolin status dan komentarnya.
Lama-lama jempolin foto-fotonya.
Lalu bercanda ria di kolom komentar.
Semakin hari semakin akrab.
Dia gak online tiba tiba merasa rindu.
Ahirnya nyelonong masuk ke inbok.
Tanya pin BB tanya nomor HP biar bisa Whatsapp an juga.
Lalu bercanda ria di kolom komentar.
Semakin hari semakin akrab.
Dia gak online tiba tiba merasa rindu.
Ahirnya nyelonong masuk ke inbok.
Tanya pin BB tanya nomor HP biar bisa Whatsapp an juga.
Dan setanpun semakin berperan dalam meracik sebuah lingkaran yang penuh dosa, dengan menggunakan berbagai cara dan upaya serta menggunakan senjata-senjata yang mematikan agar hati nuraninya semakin tertutup dari kesadarannya tentang kenyataan yang sebenarnya.
Akhirnya setanpun berhasil.
Akhirnya setanpun berhasil.
Ujung ujungnya salah satu dari mereka berkata:
"Kenapa ya kita tidak dipertemukan dari dulu padahal kamu adalah orang yang paling bisa ngertiin aku"
Dan yang satunya pun akhirnya menanggapi, lalu ketemuan di dunia nyata, dan bencana hati pun tak terhindarkan.
Mulai sibuk merhatiin dia daripada merhatiin pasangan sendiri, lebih sering hubungi dia daripada hubungi pasangan sendiri.
Ketenangan hati mulai terusik, konsentrasi untuk meraih sukses jadi buyar, niat untuk mewujudkan keluarga sakinah dengan pasangan sudah menipis di gerogoti nafsu birahi.
Ketenangan hati mulai terusik, konsentrasi untuk meraih sukses jadi buyar, niat untuk mewujudkan keluarga sakinah dengan pasangan sudah menipis di gerogoti nafsu birahi.
Hatinya menghitam karna sering berdusta, telinganya menjadi tuli tidak mendengar nasehat baik, matanya jadi rabun terilusi dengan rasa penasaran, fikirannya menjadi tumpul tertindih oleh harapan semu.
Pasangannya menangis, orang tua dan mertua ikut bingung, anak anaknya jadi rewel, para tetangga mulai menggosip.
Padahal dengan yang baru belum tentu lebih bahagia.
Mereka hanya dipermainkan dunia dan disibukkan dengan hal hal yang tak membawa ketenangan, karena mereka tidak bersyukur dan ikhlas menerima pasangannya.
Mereka hanya dipermainkan dunia dan disibukkan dengan hal hal yang tak membawa ketenangan, karena mereka tidak bersyukur dan ikhlas menerima pasangannya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :
“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.”
(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)
“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.”
(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)
Hidup ini berharga dan hanya 1 masa, janganlah kita gunakan untuk menumpuk dosa. Sebelum kehancuran itu terjadi, selamatkan hatimu, selamatkan keluargamu dan selamatkan dirimu dari godaan yang akan menjerumuskanmu.
Sekecil apapun kelakuan kita didunia ini pasti akan ada balasannya di akhirat nanti.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik dari pada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya.”
(HR. At-Thabrani dan Baihaqi)
“Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik dari pada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya.”
(HR. At-Thabrani dan Baihaqi)
Semua perbuatan yang menyebabkan kehancuran hati itu pada hakekatnya hanyalah ilusi, fana dan perangkap setan untuk mencari teman di neraka..
Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat untuk pembaca semua..
