BINTANG SAKINAH: Ungkapan Perasaan Wanita Sebagai Pesan Untuk Suami

Monday, July 31, 2017

Ungkapan Perasaan Wanita Sebagai Pesan Untuk Suami

Wahai para suami, apakah anda mengetahui apa-apa yang diinginkan oleh istri anda?

Seberapa besar pengetahuan anda tentang bagaimana membuat istri merasa tentram disamping anda?

Dan inilah pesan-pesan dari para istri agar suami memahami keinginan- keinginan yang mungkin belum bisa disampaikan :




1. Buatlah istri merasa cantik


Suami terindah di mata ISTRI nya bukanlah yang paling tampan, melainkan yang bisa membuatnya merasa tercantik di dunia.. walaupun seungguhnya kecantikan wanita itu sangat relatif. Tidak ada kecantikan yang bersifat mutlak. Ketika melihat ada seorang wanita yang sempurna dan menarik diri anda, itu karena anda tengah jatuh cinta kepadanya. Proses kimia, biologi dan fisika pada seseorang yang tengah jatuh cinta, membuat dia terinfeksi oleh sosok yang dicintainya. Semua serba menarik, menyenangkan, dan membuat tergila-gila. Penampilannya, perbuatannya, perkataannya, gerak-geriknya, semua serba menarik dan menyenangkan.

Kondisi ini pernah anda alami saat dulu anda tengah jatuh cinta kepada wanita yang sekarang menjadi istri anda. Dulu, saat anda berada dalam masa jatuh cinta, ia adalah wanita satu-satunya yang cantik menarik bagi anda. Bahkan andai istri anda tidak cantik, anda bisa meyakinkan diri “aku melihat sisi kecantikan lain di dalam dirinya, bukan di dalam wajahnya”. Itu karena anda tengah jatuh cinta.

Maka, jika ingin istri anda menjadi wanita paling cantik di muka bumi ini, jagalah suasana jatuh cinta kepadanya. Rawatlah keindahan cinta, sehingga semua tentang istri anda menjadi menarik dan menyenangkan diri anda.

Setelah anda membandingkan istri anda dengan wanita lain, maka anda merasa bahwa selalu ada wanita lain yang lebih cantik dan lebih menarik dari diri anda. Maka, jika anda ingin istri anda menjadi wanita paling cantik di muka bumi ini, pandailah menjaga dan menahan pandangan mata anda. Jangan membiarkan mata anda “jelalatan” mengamati banyak wanita atau foto-foto mereka. “Pejamkan” mata saat melihat wanita cantik, karena itu akan sangat mengganggu perasaan anda dalam menjaga hubungan dengan istri.

Perintah agama untuk “ghadul bashar” atau menundukkan pandangan, sangat jelas memiliki makna untuk menghilangkan perasaan ketertarikan atas kecantikan wanita lain yang membuat seorang suami tidak lagi tertarik kepada sang istri. Inilah kata kunci yang sering disepelekan oleh banyak suami. 

Banyak orang tidak bisa menjaga pandangan mata, banyak orang tidak bisa menjaga interaksi dan komunikasi dengan wanita lain, sehingga membuat terpedaya, tertarik dan tergila-gila dengan wanita lain. Di saat yang sama, ia mulai berpaling dari istrinya. Ini adalah awal dari petaka dalam rumah tangga.
Segera sadari kondisi ini, agar tidak menjadi situasi rumit yang menjerat anda dalam hubungan dengan wanita lain dan dengan istri anda.


2. Pahamilah curahan hati dan perasaan istri


Suami tergagah di hati ISTRI nya bukanlah yang paling kekar ototnya, melainkan yang mampu mendengarkan dan memahami, serta mengerti curahan hatinya.

ketika perempuan menghadapi masalah berat dalam hidupnya, ia memerlukan pengakuan, empati dan pengertian serta perhatian dari suami atas beratnya masalah tersebut. Istri memerlukan semacam ‘bela sungkawa’, dan merasa suami tidak peduli terhadap masalahnya apabila ia tidak memberikan pengakuan atas beratnya masalah yang dihadapi istri. Ungkapan berikut tidak disenangi oleh istri, karena dianggap suami tidak peduli dan tidak memahaminya:

“Itu masalah kecil, jangan ribut hanya karena masalah kecil seperti itu.”

“Jangan cengeng, masalah kamu itu sederhana banget. Mudah diselesaikan.”

Yang diperlukan oleh istri adalah pengakuan dan pengertian dari suami atas beratnya beban masalah yang tengah dihadapi, bukan pengakuan atas kemampuan atau keahlian istri dalam menghadapi masalah itu. Sebaiknya suami menghibur istri dengan ungkapan yang memberikan empati dan pengakuan:

“Aku mengerti beratnya masalahmu. Memang akan sangat sedih jika menghadapi masalah seperti yang engkau alami saat ini.”

“Aku bisa memahami apa yang engkau rasakan saat ini. Sungguh berat masalah yang engkau hadapi. Aku jadi merasa sangat sedih bahwa engkau harus berhadapan dengan masalah pelik seperti ini.”

Bagi perempuan, salah satu cara meringankan beban masalah adalah dengan cara menceritakan masalah tersebut kepada orang lain. Maka hendaknya para suami bersedia menyediakan waktu dan perhatian untuk mendengarkan dan menampung berbagai keluh kesah serta curhat istri. Dengan mendengarkan dan merespon secara empati semua curhat istri, maka hal itu telah membuat ringan perasaan istri sehingga masalah terasa telah terkuragi bebannya. Respon empati suami adalah dengan menyatakan betapa ia mengerti beratnya masalah tersebut.
Berikutnya, yang diperlukan oleh istri adalah upaya mencari solusi dan penyelesaian atas masalah yang dihadapi bersama suami. Ia ingin mendapat penguatan dari suami untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi, dan suami tidak ‘melarikan diri’ atau ‘meninggalkan ia sendirian’ saat berusaha mencari penyelesaian masalah. Istri menghendaki kebersamaan, bukan pengakuan keahlian. Maka istri merasa nyaman apabila ada empati dan kebersamaan suami dalam menghadapi masalahnya.


3. Ungkapkan rasa terima kasih


Suami terkaya bagi istrinya bukanlah yang terbanyak hartanya. Melainkan dia yang pandai bersyukur & mengungkapkan terimakasih Kepadanya...

Dalam hubungan suami istri diperlukan rasa menghargai dan menghormati. Bila ada rasa saling menghargai perasaan terima kasih akan lebih sering diucapkan. Istri tidak akan merongrong suami karena dia menghargai jerih payah suaminya bekerja keras dari pagi hingga malam. Suami tidak akan bersikap kasar terhadap istrinya karena dia menghargai susah payah istrinya di rumah dalam membesarkan anak, membersihkan rumah, memasak, mengurus cucian kotor, dan lain-lain. Rasa menghargai ini akan menanamkan rasa hormat sehingga mengurangi keinginan untuk bertengkar. Dan perkataan terima kasih memegang peran penting karena menunjukkan penghargaan satu sama lain.

Ada sebuah cerita tentang seseorang yang tidak tahu berterima kasih. Seorang pria selalu berkeluh kesah kepada rekan-rekan sekerjanya bahwa istrinya tidak pernah mengucapkan terima kasih walaupun dia memberinya hadiah mahal di hari ulang tahunnya atau di hari ulang tahun pernikahan mereka. Salah seorang rekan wanita sekerjanya bertanya apakah dia pernah mengucapkan terima kasih kepada istrinya. Pria itu agak terkejut dan berpikir sejenak sebelum bertanya, 

"Untuk apa aku harus mengucapkan terima kasih? 

Kan aku yang bekerja banting tulang, membiayai rumah tangga, sedangkan dia cuma di rumah?" 

Rekannya menyanggah, "Meskipun di rumah, bukan berarti dia tidak mempunyai tanggung jawab. Dia harus mendidik anak-anak, menyiapkan makanan, memelihara kebersihan rumah dan banyak lagi lainnya. Ucapkan terima kasih atas semua itu, barulah kamu dapat menuntut ucapan terima kasih darinya." 

Sepanjang perjalanan ke rumah pria itu memikirkan perkataan rekan kerjanya dan menyadari bahwa selama ini dia juga tidak pernah berterima kasih kepada istrinya. Begitu sampai di rumah dia mencari istrinya dan berkata, "Terima kasih, sayang." 

Istrinya yang terheran-heran bertanya, "Untuk apa?" Jawab pria itu "Untuk segala yang kamu lakukan bagiku dan anak-anak." Dengan terharu istrinya memeluknya dan berkata "Terima kasih juga atas segala jerih payahmu." Sejak itu mereka tidak enggan lagi untuk saling mengucapkan terima kasih. Tidak diragukan lagi hubungan mereka menjadi lebih harmonis.


4. Jadikan ahlak mulia


Suami tershalih bagi ISTRI nya bukan sekedar yang banyak ilmu agama dan rajin ibadahnya,melainkan juga yang paling mulia akhlaknya..

Maksudnya ialah suami yang sholeh itu memiliki tutur sapa yang baik, penuh kelembutan pada istri dan anak-anaknya, tidak kasar, sopan santun pada orang yang lebih tua, menjaga martabatnya, menjaga pandangannya atau tidak liar matanya pada hal-hal yang dilarang untuk dipandang. 

Banyak orang yang melalaikan akhlak mulia ini. Mereka beranggapan zaman sekarang harus lebih gaul, masa kini, trend lah, sudah biasalah, emang masalah ya? dan lain sebagainya. 
Memiliki suami yang berakhlak mulia merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang wanita. Selain dapat menambah rasa cinta dan kasih sayang, ternyata akhlak ini dapat memberikan kepercayaan bagi pasangan.

Point utama bagi laki-laki sholeh yakni berakhlak atau mempunyai budipekerti serta perangai yang baik. 

Akhlak adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dan juga merupakan cerminan seseorang, jika akhlaknya baik maka orang tersebut baik secara umum, jika akhlaknya buruk maka kejelekanpun menjadi lebel untuk seseorang yang tidak bisa menjaga adabnya.


5. Selalu Setia


Suami paling hebat bagi istrinya bukanlah yang mampu membelikan apapun untuknya, melainkan yang senyum dan airmatanya selalu setia bersamanya..

Sebagai makhluk sosial, manusia harus berinteraksi dengan orang lain. Meski telah menikah, bergaul dengan orang-orang di sekitar tetap perlu, walaupun terkadang muncul rasa khawatir akan tergoda. 

Godaan pastinya selalu ada di sekitar kita. Tinggal bagaimana cara menentukan komitmen dalam diri untuk tetap setia kepada pasangan. Berikut ini kiat bagi para suami agar terhindari dari godaan menduakan istri.

  • Berhenti menggoda teman kantor, 

Berhati-hatilah karena menggoda seseorang akan berujung pada sesuatu yang terlarang. Sebaiknya, jangan menggoda rekan kerja wanita. Bermula dari godaan, tak tertutup kemungkinan akan terbentuk keintiman di antara Anda dan rekan kerja perempuan. Keintiman secara seksual disebut perselingkuhan, sedangkan intim secara emosional merupakan kecurangan. 


  • Jangan menatap wanita lain

Sebuah hubungan perlu komitmen. Artinya, setelah menikah, Anda harus memberikan 100 persen keterikatan diri kepada pasangan. Menatap wanita lain artinya penghinaan terhadap komitmen Anda sendiri.


  • Prioritaskan kepuasan istri 

Ingat, kepuasan istri lebih penting dari kepuasan Anda. Jangan bersikap egois di atas ranjang, tunggu sampai istri benar-benar puas.


  • Perhatikan dan memberikan lebih banyak waktu untuknya

Luangkan lebih banyak waktu dan tingkatkan keintiman dengan istri. Ketika ikatan dengan istri kuat, pikiran Anda tak akan goyah.


  • Buat istri bahagia

Cobalah seolah-olah hidup Anda bergantung kepadanya. Itu akan membuatnya bahagia. Dengan demikian, istri akan melakukan hal yang sama.


  • Jangan simpan rahasia

Berbagi semua rahasia Anda dengan istri. Ketika Anda melakukannya, keintiman akan meningkat. Dia akan mencintai Anda dan memberikan kepercayaan penuh.


6. Selalu berprasangka baik


Suami tercinta bagi istrinya adalah dia yang prasangka tak mengalahkan akhlaqnya,yang kekesalan tak mengalahkan kemaafannya.

Jika Anda berlebihan berburuk sangka kepada isteri, baik sangkaan yang berhubungan dengan perilakunya sebagai isteri, atau perilakunya sebagai wanita, atau yang lainnya. Jika hal ini terjadi maka kehidupan rumah tangga selamanya tidak akan harmonis.

Di antara kaidah-kaidah yang dikenal dalam hubungan kemanusiaan, “Bahwa keraguan akan melahirkan keraguan dan buruk sangka, sedangkan keyakinan tidak akan melahirkan kecuali keyakinan.” Jika Anda memberikan kepercayaan kepada seseorang, maka Anda telah mengarahkannya kepada jalan yang lurus, yaitu kepada kepercayaan dan tidak berkhianat. Persoalan ini selaras dengan orang-orang yang memiliki kepribadian yang baik. Adapun bagi orang-orang yang suka mencela, para pencuri, dan semisalnya, maka tidak ada kepercayaan pada diri mereka. Pada dasarnya pada diri mereka terdapat buruk sangka.

Laki-laki yang menikahi perempuan Muslimah yang taat dan berasal dari keluarga Muslim yang terpandang, sungguh telah bagus dalam memilih. Pada dasarnya pada diri isterinya terdapat ketaatan dan akhlak yang baik. Maka tidaklah pantas terjadi prasangka atau tuduhan-tuduhan buruk di belakangnya. Jika laki-laki tersebut melakukan hal-hal yang demikian, maka tunggulah kehancuran rumahnya. Dan dapat dipastikan itulah yang menjadi sebab utamanya. Istrinya tidak ada dosa sama sekali, tetapi yang diharamkan atas suami adalah merasa ragu dan berprasangka buruk kepada isterinya, karena hal itu bisa melukai perasaannya dan merupakan kezhaliman yang besar baginya. Di antara hal yang dilarang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah suami mengetuk pintu (datang kepada) keluarganya pada waktu malam. 

Dalam hadits dijelaskan

Rasulullah Shalallahu'AlaihiWassalam melarang seseorang"mendatangi keluarganya (istri) pada malam hari dengan tiba-tiba, mencurigai mereka (khianat) atau mencari-cari. "kesalahan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang mendatangi keluarganya (isteri) pada malam hari dengan tiba-tiba, mencurigai mereka (khianat) atau mencari-cari kesalahanm”.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang cemburu yang tidak disertai keraguan (tidak beralasan) yaitu hanya mengikuti sangkaan-sangkaan, tuduhan-tuduhan, dan menyiksa isteri dengan tanpa sebab. Karena itu, jauhilah oleh suami berburuk sangka.

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

”Sesungguhnya ada cemburu (ghirah) yang dicintai Allah, dan ada yang dibenci-Nya. Adapun yang dicintai Allah ‘Azza Wajalla adalah cemburu dalam keraguan, sedangkan cemburu yang dibenci Allah adalah cemburu yang tidak ada keraguan.”

Kita tahu bahwa syetan berusaha untuk menggoda dengan cara membisikkan kepada para suami sangkaan-sangkaan, tuduhan-tuduhan, dan keraguan-keraguan, lalu yang demikian diikuti oleh para suami. Mereka menuduh isteri-isteri mereka dengan tuduhan yang tidak beralasan sama sekali, yang mana hal ini mengakibatkan bangunan rumah tangga menjadi hancur berantakan.

Untuk melepaskan diri dari berburuk sangka memang sesuatu yang sulit, karena pelakunya seringkali tidak melihat keburukannya. Terkadang di hadapannya ada seribu sebab [alasan], akan tetapi ia tidak melihat selain apa yang berkisar dalam pikirannya saja.

Karena itu, Allah subhanahu wata’ala berfirman,
”Sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.” (an-Najm: 28) 

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

”Jauhilah oleh kalian prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu sebohong-bohongnya perkatann.”