BINTANG SAKINAH: Jadilah Wanita Yang Selalu Qana'ah Agar Tidak Menjadi Jurang Dosa Bagi Suaminya

Monday, July 31, 2017

Jadilah Wanita Yang Selalu Qana'ah Agar Tidak Menjadi Jurang Dosa Bagi Suaminya

Seorang istri sangat berpengaruh terhadap perilaku dan kehidupan suaminya dalam mencari rizki. Seorang wanita yang tidak pernah mau bersyukur dengan rizki yang diterima, akan selalu menuntut lebih terhadap suaminya dengan mendorong suaminya untuk berbuat yang tidak terpuji. Sehingga suaminya akan selalu menghalalkan segala perbuatan demi memenuhi tuntutan istrinya.

Seorang wanita bisa dianggap sebagai fitnah dengan membuat suami bisa berbuat durhaka dan berbuat maksiat.
Hasan al-Bashri berkata:

“Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli dari pedagang lain.”

Dua tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya:
“Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?”

Ia menjawab : “Iya benar”

Aku bertanya lagi:
“Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!”

Ia pun bercerita:
“Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia menganggapnya sedikit. Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata:

‘Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal). Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)’.”

Lihatlah cerita diatas, bagaimana perlunya seorang Wanita mampu membangkitkan ataupun memiliki sifat Qana’ah, sifat suka menerima / jiwa selalu merasa cukup dengan berapapun rizki yang dimiliki dan bagaimanapun keadaan yang menghinggapi keluarganya. Dan diantara bentuk-bentuk sifat Qana'ah adalah:


  • Selalu ridha dengan apapun yang diberikan suami, ikhlas menerima dengan dada lapang, percaya sepenuhnya dengan suami bahwa suami tidak akan menzaliminya.


  • Yakinlah bahwa rezekinya tidak akan pernah diambil ataupun tertukar dengan siapapun, baik orang tersebut orang tua suami, adik dan dan kakak iparnya, kerabat dan handai tolannya, ataupun istri-istri suaminya yang lain. Karena keyakinannya bahwa setiap orang telah memiliki masing-masing rezeki yang telah ditentukan Allah 50.000 tahun sebelum terwujud langit dan bumi.


  • Bijak menggunakan harta pemberian suaminya. Ia tidak boros menghambur-hamburkan harta -sekalipun suami kaya raya- tidak buang-buang makanan ataupun menumpuk-numpuknya dalam lemari es hingga rusak untuk kemudian dibuang di tong sampah. Apalagi jika suaminya susah dan tidak kaya, dia akan berhemat semaksimal mungkin daripada harus berhutang ke warung.


  • Selalu memuji dan bersyukur dengan apapun yang didapat dari suami, sekalipun sedikit. Baginya suaminyalah orang yang paling sempurna memberikan kebahagian padanya.


  • Selalu melihat ke bawah, bahwa di bawahnya masih banyak orang-orang yang hidup dengan serba kekurangan,makan dengan ala kadarnya, rumah masih ngontrak,suami hanyalah operator alias buruh kasar dan lain sebagainya.


  • Sadar bahwa ia lebih beruntung karena masih punya sepeda motor meskipun butut, punya mobil walaupun telah tua, punya rumah meskipun kecil. Ia selalu bersyukur karena Allah masih memberikan kesehatan pada suaminya hingga bisa bekerja. Sebab ia tau ada suami-suami yang malas bekerja, terpaksa istri harus peras keringat jadi tulang punggung keluarga.


  • Sadar bahwa ada pula istri-istri yang suami mereka sakit kronis dan tidak mampu mencari nafkah, mereka bertahan hidup dengan susah payah,la haula wala quwwata illa billahi.


  • Selalu merasa malu untuk meminta harta kepada suaminya, bahkan sebagian mereka ada yang tidak pernah minta uang belanja kecuali jika diberi suami, tanpa pernah mengeluh apalagi menyusahkan suami. Berapa pun diberi suami ia diam tak berkomentar.


  • Paham kondisi keuangan suami, paham beban yang ada di pundak suami. Ia berusaha semampunya untuk membantu suami mengatasi masalah-demi masalah keuangan.


Istri Qana'ah adalah "barang langka" yang sulit ditemukan di zaman yang penuh dengan kemilauan harta yang begitu menyilaukan mata. Ia tak perduli tetangganya punya" gunung emas"dan ladang intan berlian. Sekalipun ia tak menoleh apalagi "merengek" kepada suami untuk memperoleh dan memiliki apa yang dimiliki wanita tetangga.

Duhai suami...

Alangkah bahagianya anda jika mendapatkan wanita qana'ah penyejuk mata dan pelita hati anda. Dengannya anda kan menjadi raja dunia tanpa mahkota dan istana.

Duhai istri...

Janganlah menjadi jurang dosa bagi Suamimu. Jadilah wanita shalihah dengan sifat Qana'ah yang akan mendorong Suaminya kepada kebaikan,

Janganlah menjadi wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya untuk berbuat dosa.

CUKUPKAN DIRI DENGAN YANG HALAL

Ukuran Rizki itu terletak pada keberkahannya, bukan pada jumlahnya.


Sumber yang menjadi referensi:
[Kitab al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (5/252) karya Abu Bakr Ahmad Bin Marwan bin Muhammad ad-Dainuri al-Qodhi al-Maliki]