Kebaikan orang terkadang bisa saja menjadi keburukan bagi kita, itu karena hati kita terlalu mencerna apa adanya tanpa memahami dibalik kebaikan orang terhadap diri kita.
Kurang hati-hatinya diri kita dalam menyikapi sebuah kebaikan orang, yang terkadang justru akan menghancurkan hidup kita, dan itu semua disebabkan karena kita memberi celah yang membuat orang akan berpura-pura baik.
Kewaspadaan memang sangat dibutuhkan walau terhadap sahabat baik sekalipun, karena manusia terkadang suka kilaf kalau apa yang sudah dilakukannya diketahui orang lain.
Ingat..!!! Bahwa iblis akan selalu menggunakan cara yang menakjubkan demi menghancurkan kehidupan dan keimanan seseorang dimanapun dan kapanpun serta lewat siapa pun, termasuk melalui sahabat baik.
Berikut ini adalah sebuah renungan yang bisa kita jadikan sebagai perbandingan dan juga pengetahuan agar kewaspadaan dalam diri terus bisa ditumbuhkan, sehingga dalam kehidupan kita sehari-hari tidak pernah meninggalkan sebuah celah sekecil apapun yang bisa menjadi potensi sebagai awal kehancuran rumahtangga kita.
Seperti yang telah saya kutip dari kompasiana ini semoga bisa menjadi pembelajaran demi terjaganya kehidupan rumahtangga kita.
Setiap hari, ada hal yang tidak pernah lupa kita lakukan, yakni bila malam hari, mengunci semua pintu dan jendela kamar, serta semua celah yang memungkinkan orang lain menyelinap masuk kedalam rumah kita.
Terkadang untuk memastikan bahwa rumah kita aman dari ancaman, maka walaupun pintu sudah dikunci, masih ditambah dengan palang pintu.
Kita melakukan double protection, untuk melindungi keluarga kita terhadap segala kemungkinan terburuk, sekecil apapun. Bahkan tidak jarang, masih ditambah dengan tulisan besar didepan pintu pagar:"Awas Anjing Galak". Ada juga lampu sorot otomatis, yang akan bekerja bilamana ada tamu yang tidak diundang datang mendekati pagar rumah kita.
Ironisnya Tidak Jarang Kita Mengundang Bahaya Masuk Kedalam Rumah
Saking terpaku, untuk memproteksi secara phisik, seluruh harta kekayaan dan keselamatan keluarga, orang sering lupa, bahwa secara tanpa sadar mengundang bahaya masuk ke dalam rumahnya. Bahaya yang datang dalam wujud seorang sahabat baik, memang sering membuat orang terlena. Pulang kampung ke indonesia, selama 3 minggu, banyak kisah hidup yang kami dengarkan.
Dari kisah keponakan dan mantan murid, yang kini sudah menjadi orang sukses, hingga berita duka cita, salah seorang dari mantan murid, yang sempat makan bersama di Rumah Makan Sari Minang, Jakarta meninggal dunia, secara mengejutkan. Dan saya baru tahu,seminggu sesudahnya,karena Ponsel saya di jambret ,sehingga kehilangan seluruh nomor kontak.
Ada kisah yang tidak kalah menyedihkan, yakni: "istri tergoda oleh sahabat baik, yang diberi tumpangan di rumah". Kami bertemu dengan Freddy (bukan nama sebenarnya ) di salah satu rumah makan Padang di Jakarta. Tampak wajahnya, jauh lebih tua dari umurnya yang baru 27 tahun.
Ngomong mengenai keluarga, tiba tiba, tampak Freddy menangis. Setelah menenangkan diri sesaat, ia bercerita, bahwa istrinya lari bersama sahabat baiknya yang diberi tumpangan di rumahnya.
Pada awalnya, hanya minta tumpangan selama seminggu untuk mencari kost. Tapi karena memang ada kamar kosong, maka dengan berbaik hati Freddy memberikan tumpangan kepada sahabatnya yang datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.
Karena ia sendiri bekerja di bilangan kawasan industri di Cikarang, maka subuh sudah berangkat kerja dan baru kembali malam harinya.
Maka yang menemani sahabatnya, sarapan dan makan siang di rumahnya adalah istrinya, tanpa sedikitpun mencurigai mereka, karena percaya akan cinta istrinya terhadap dirinya dan percaya akan ketulusan sahabat baik, sejak masih tinggal sama sama di kampung.
Maka Terjadilah Apa Yang Seharusnya Tidak Boleh Terjadi
Wanita dan Pria adalah ibarat bensin dan api, yang bila didekatkan,akan dapat membakar apa saja. Semua orang tahu akan hal ini termasuk tentunya Freddy, Tapi saking lupa diri, sehingga mengundang bahaya masuk kedalam rumah tangganya. Selama sebulan berduaan di rumah, sementara suami baru pulang malam hari, maka akhirnya setan menang dan terjadilah yang sesungguhnya tidak boleh terjadi, yakni istrinya makan buah terlarang.
Suatu hari, Freddy mendadak maagnya kambuh dan pulang lebih awal. Ketika tiba di rumahnya, apa yang ditengoknya, seribu kali lebih menyakitkan daripada sakit maag yang saat itu dideritanya,
Belajar Dari Kesalahan Orang Lain
Kisah Freddy ini, mungkin hanya satu dari sekian banyaknya kisah sedih lainnya. Betapa secara tanpa sadar, orang mengundang bahaya masuk ke dalam rumah tangganya.
Agar peristiwa pahit ini jangan sampai terjadi di dalam keluarga kita, maka kita harus tega mengatakan "tidak" untuk hal-hal yang berpontensi membahayakan keutuhan rumah tangga kita atau rumah tangga anak-anak kita.
Tutuplah semua celah sekecil apapun, termasuk terhadap sahabat sendiri. Kalau mau berbuat baik, antarkanlah sahabat kita ke penginapan atau carikan tempat kost dan bayarkan untuknya. Lebih baik kehilangan uang dari pada kehilangan istri atau suami dan sekaligus kehilangan sahabat baik kita.
Jangan lupa, selama masih bernama manusia semua orang tidak luput dari godaan. Siapapun adanya jangan lupa, penyesalan selalu datang terlambat, karena itu waspadalah sejak sedini mungkin!
,,,,,
