Sebagai seorang istri yang baik dan beriman, maka anda harus dapat menempatkan diri bagaimana membuat bahagia suami anda.
Anda harus mengetahui kewajiban seorang istri menurut agama islam dan bagaimana mentaati serta mematuhi suami terutama adalah pada hal-hal yang bermanfaat, sehingga mampu menciptakan keriangan hati, ketenangan jiwa, kasih sayang serta kelembutan sehingga kebahagiaan dalam rumah tangga akan selalu tetap terjaga.
Kewajiban untuk selalu taat dan patuh serta setia kepada suami menurut agama islam telah ditetapkan kepada seorang istri agar mampu memuliakan suami, karena betapa besar tanggungjawab seorang suami dalam memenuhi istri dan anak-anaknya.
Suami juga adalah seorang pemimpin dalam rumahtangganya, namun dia juga harus mampu mengedepankan sikap lemah lembut dan budi pekerti yang luhur dalam berbicara maupun perbuatannya.
Untuk dapat menciptakan suasana rumahtangga yang harmonis, damai dan penuh dengan ketenangan, maka seorang istri harus mampu menciptakan hal-hal yang dapat memuliakan dan menjunjung tinggi martabat suaminya, sehingga akan selalu diperoleh kebahagiaan keluarga penuh berkah.
Dan bentuk-bentuk perbuatan yang dapat membahagiakan dan mampu memuliakan suami adalah :
1. Senantiasa tawadhu dihadapan suami
tawadhu artinya rendah hati atau tidak sombong dengan selalu mengutamakan budi pekerti yang baik.
Seorang istri yang sholehah akan selalu mengutamakan kesopanan dan kesantunan, disertai dengan kelembutan ketika berhadapan atau berbicara dengan suami, baik suka maupun tidak suka terhadap ucapan suami akan tetap ikhlas menerimanya.
Dengan sikap rendah hatinya terhadap suami juga akan membawa seorang istri ke tingkat yang terhormat dengan suami yang juga akan menghormatinya.
Sikap yang tawadhu dari seorang istri, akan membuatnya selalu berhati-hati dalam menjaga sikap agar tidak menyakiti perasaan suaminya, dia juga tidak suka dengan pujian dan sanjungan yang berlebihan.
Dengan senantiasa bersikap tawadhu dihadapan suami, seorang istri akan selalu bertindak wajar dalam segala hal. Dia tidak akan berlebihan, baik dalam memakai perhiasan, makan, minum, bahkan berbicara juga selalu dengan nada yang lemah lembut.
Selalu sopan dan santun dalam bertindak dan bersikap dengan budi pekerti yang baik ketika berbicara kepada suami. Dan sikap yang seperti ini akan memuliakan suami, sehingga kehidupan rumah tangga senantiasa bahagia penuh berkah.
Dan perlu diingat, janganlah seorang istri bersikap tawadhu hanya karena menginginkan sesuatu ada disisinya seperti;
- *mau bersikap sopan santun tidak karena Allah, tetapi karena ada maksud tertentu,
- *tidak berlebihan dalam memakai perhiasan karena takut dimintai infak atau zakat.
Allah berfirman, yang artinya:
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. ( QS. Asy-Syu'araa: 215)
2. Selalu taat kepada perintah suami selama tidak melanggar agama
Seorang istri yang baik akan memahami bahwa Allah Subhanahuwata'alaa memberikan kedudukan kepada suami sedemikian rupa. Dan untuk memuliakan suami, maka seorang istri haruslah menaati perintah suaminya, begitu juga dengan larangan suaminya haruslah juga ditaati selama perintah dan larangan suaminya tersebut tidak menyalahi ajaran islam.
Tetapi bila perintah atau larangan suaminya tidak dijalankan atau digubris oleh sang istri, maka ingatlah bahwa Rasulullah Shalallahu'AlaihiWassalam menegaskan bahwa perbuatan istri tersebut sama saja dengan mengabaikan ketentuan Allah.
Maka bila anda seorang istri yang setia dan bijaksana, muliakanlah suami anda dengan mentaati perintahnya, mematuhi segala larangannya yang tentunya kesemuanya itu akan sesuai dengan syariat yang telah dianjurkan oleh agama Islam.
Rasulullah Shalallahu'AlaihiWassalam bersabda:
.."Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam kekuasaan-Nya, seorang wanita tidaklah dikatakan menunaikan hak Tuhannya hingga ia menunaikan hak suaminya"...
3. Diam dan dengarkanlah ketika suami sedang bicara
Istri yang baik adalah istri yang mau mendengarkan dengan penuh penghormatan ketika suami sedang bicara, baik sedang memberi tahu, sedang menasehati, ataupun ketika sedang bercengkrama dengan anda. Diamlah dan dengarkanlah setiap suami sedang bicara kepada anda, baik anda sukai maupun anda tidak sukai maka anda harus ikhlas mendengarkan setiap perkataannya.
Jangan memotong ketika dia sedang bicara, kecuali ada kesempatan anda untuk bicara. Jangan tinggalkan begitu saja ketika suami bicara tentang hal yang anda tidak sukai, tetapi diamlah sampai dia selesai berbicara dan terasa sudah cukup baru anda minta izin untuk meninggalkannya jika diizinkan.
Terkadang ketika suami banyak bicara berarti dia sedang menginginkan sesuatu dari anda. Bisa saja dia sedang mencari solusi tentang isi hatinya yang sedang mengharapkan sesuatu dari anda yang belum terpenuhi.
Anda sebagai seorang istri yang baik harus mengetahui bahwa pada dasarnya laki-laki itu banyak diam untuk mendengarkan wanita yang sedang bicara karena bahagia. Dan dia akan berbicara ketika sampai pada hal yang membahagiakan dirinya, sedangkan wanita akan berbicara ketika dia menginginkan sesuatu.
Dengan diam dan mendengarkan suami ketika sedang bicara kepada anda, maka anda telah memuliakan suami anda, karena suami merasa bahwa anda telah menghormati dan menghargai apa yang dia bicarakan, walaupun tidak sesuai dengan hati anda. Dan ingatlah bahwa kelembutan hati anda yang akan membuat dia bahagia.
4. Mengantar suami ketika mau pergi
Seorang istri yang baik akan senantiasa memberi kesan yang mendalam yang membuat hati suaminya merasa bahagia walaupun dengan hal-hal kecil yang biasa dilakukan dalam keseharian, seperti mengantar suami ketika mau pergi bekerja.
Mengantar suami sampai ke depan pintu rumah, ucapkan salam, jabat dan cium tangannya serta kalau perlu serahkan kening anda untuk diciumnya. Lambaikanlah tangan serta hiasi wajah dengan senyum ceria dan berdoalah untuk keselamatannya ketika suami hendak berangkat ketempat kerja.
Dengan mengantarkan suami ketika berangkat kerja, maka anda telah memuliakan suami anda, dia akan merasa bahwa dia sangat berarti bagi kehidupan anda, dia merasa dihormati dan dihargai oleh anda istri yang sangat dicintainya, dan dia juga akan selalu merekam dalam ingatannya setiap kemesraan yang anda hidupkan saat dia meninggalkan rumah untuk berangkat ketempat kerja.
Seorang istri yang selalu menghidupkan suasana penuh mesra dalam setiap mengantarkan suami pergi berangkat kerja, maka akan menjadikan hati suami selalu merasa tenang dan tentram karena mempunyai istri yang selalu peduli kepada dirinya, sehingga akan mendorongnya selalu semangat dalam bekerja.
Jiwanya juga akan selalu merasa damai ditempat dia bekerja dan teman kerja juga akan senantiasa bersahabat, sehingga senantiasa ikhlas dalam menjalankan setiap pekerjaan yang dia hadapi.
5. Berhias rapi dihadapan suami
Istri yang baik adalah istri yang selalu bisa membuat bahagia suaminya, selain membahagiakan dalam hal tingkah laku dan akhlaknya, maka seorang istri juga harus bisa membahagiakan suaminya dengan penampilannya, dengan mempercantik diri dan berhias dihadapan suami, yang akan selalu membuat hati suami selalu tertarik.
Dengan melihat penampilan istri yang selalu rapi, cantik, wangi dan mempesona apalagi ketika bersolek selalu dihadapan dirinya, maka seorang suami akan merasa terhormat, karena istri yang sangat dicintainya selalu bersolek agar terlihat cantik hanya untuk dirinya bukan untuk orang lain.
Seorang istri yang mampu membuat hati suaminya bahagia dengan mempersembahkan kecantikan, kerapian dan keharuman hanya untuk suaminya, maka dia telah memuliakan suaminya, karena mampu membuat hati suami yang senantiasa bahagia. Sehingga suami akan selalu betah memandang wajah cantik yang selalu rapi dan berbau wangi dari istri yang sangat dicintainya.
Seorang istri yang bersolek untuk mempercantik diri demi kepentingan suaminya, akan membuat jalinan kasih sayang tetap terjaga dengan hangat. Dengan ikatan rasa cinta yang saling menghiasi suami istri, tentu akan membuat semakin harmonisnya perjalanan rumahtangga yang sakinah penuh berkah.
Sebuah rumahtangga yang didalamnya terdapat seorang istri yang cantik, bersih, rapi, dan menarik tentunya akan membuat suami betah dengan istrinya dan semakin menyayanginya istrinya, sehingga suami tidak mau melirik wanita lain selain istrinya. Karena dimata suami, istrinya adalah wanita terbaik yang dimilikinya yang mampu membuat hatinya selalu senang dan bahagia.
Maka dari itu, untuk para istri bersoleklah dihadapan dan untuk suami, karena semua itu hanya demi untuk membahagiakan suami. Dan ingatlah bahwa Allah Subhanahuwata'alaa telah menyediakan pahala yang amat besar untuk para istri yang bisa membahagiakan suaminya.
6. Memakai wangi-wangian
Memakai wangi-wangian bagi seorang istri sangat dianjurkan oleh islam selama hanya untuk menyenangkan suaminya. Dengan memakai wewangian apalagi ketika akan melakukan aktivitas hubungan intim antara suami dan istri, ternyata menyimpan rahasia yang sangat luar biasa, karena aktivitas hubungan intim sangat berkaitan erat dengan pikiran, dan juga dengan indera penciuman.
Rupanya aroma yang dihirup melalui hidung, sangat erat hubungannya dengan respon dari emosi yang yang berdampak pada tingkah laku. Seorang istri yang menggunakan wangi-wangian ketika berhadapan dengan suami, berarti dia telah memuliakan suaminya, karena akan membuat suami teringat akan memori masa lalu yang romantis disertai keakraban bersama istrinya seperti, hangatnya pelukan, senyuman yang tersungging, dan kenangan yang indah.
Oleh karena itu, disarankan agar para istri selalu memakai wewangian hanya untuk membahagiakan suami. Dan pakailah minyak esensial yang memiliki khasiat afrodiasiak (pembangkit gairah seks), dan juga karena harumnya mampu meningkatkan hormon estrogen bagi wanita.
Sedang untuk pria bisa menambah percaya diri ketika berhubungan dengan istri, mengurangi stress dan meningkatkan rasa rileks. Dan akhirnya hanya kebahagiaan suami istri yang akan selalu tercipta dalam rumahtangga yang harmonis.
7. Memelihara mulut agar tetap wangi
Perlu diperhatikan bahwa sebagai seorang istri yang selalu menjaga kesehatan, maka juga harus selalu memelihara agar nafas anda tetap segar, sehingga suami tak segan untuk selalu bercengkrama dan bersenda gurau bersama anda.
Pastikan agar selalu menggosok gigi dan membersihkan dengan benang setiap hari. Periksalah kedokter gigi secara teratur untuk menjaga masalah dari bau yang kurang sedap, yang menyebabkan suami malas untuk berdekatan dengan anda.
Anda juga bisa menjaga agar nafas anda tetap segar dengan melakukan hal berikut:
- minum air yang cukup dan teratur, terutama sesudah makan agar mulut bersih dari partikel makanan yang tertinggal.
- Gunakan pencuci mulut agar mulut selalu fresh dan segar, tetapi perlu diingat jangan memakai pencuci mulut yang mengandung alkohol karena dapat membuat mulut menjadi kering dan akhirnya malah nafas menjadi bau. Dan bawalah agar setiap saat anda membutuhkannya bisa langsung digunakan.
- Hindari bawang putih, bawang merah dan makanan yang berbau tajam jika anda benar-benar memperhatikan kesegaran nafas.
Dengan selalu menjaga kebersihan mulut dan kesegaran nafas, maka suami anda akan betah berlama-lama disamping anda dan menikmati pembicaraan dengan anda tanpa terganggu dengan bau mulut yang kurang sedap, dengan demikian anda telah memuliakan suami anda sebagai pendamping yang akan selalu merasa nyaman jika berdekatan dengan anda di setiap saat.
8. Menawarkan diri ketika mau tidur
Rasulullah Shalallahu'AlaihiWassalam telah memberikan wasiat kepada para wanita Sholehah, beliau memperingatkan kepada mereka agar tidak menjauhi tempat tidur suami tanpa ada udzur menurut ukuran syariat, seperti sakit yang keras.
Bahkan jika seorang wanita sedang kedatangan tamu yang tidak diundang (haid), itu bukanlah udzur untuk menjauhi tempat tidur suami. Sebab walaupun seorang istri sedang berada dalam keadaan datang bulan, tetapi suami masih tetap memiliki hak untuk mencumbui istrinya walaupun hanya sebatas selain yang ditutupi kain.
Islam yang santun adalah agama Allah yang kekal, dan selalu menganjurkan agar hubungan suami istri selalu kuat dan kekal, sehingga keluarga akan selalu terjaga keharmonisannya dan menjadikan keluarga yang sakinah.
Rasulullah Shalallahu'AlaihiWassalam telah menjelaskan kepada umatnya tantang masalah-masalah yang dapat menyelinap yang akan melemahkan dan membuat keretakan dalam hubungan suami-istri tersebut.
Dan beliau Rasulullah Shalallahu'AlaihiWassalam juga menerangkan tentang batasan hak-hak suami kepada istri dan juga sebaliknya, yang akan menjaga keharmonisan hubungan suami-istri dan memperkuat jalinan kasih sayang antara keduanya.
Diantara hak-hak suami atas istrinya adalah hak ditempat tidur. Ini adalah hak suami dalam kaitannya dengan senggama. Sebenarnya hak ini adalah hak dari masing-masing dan secara bersama-sama.
Tetapi terkadang ada saja perselisihan yang timbul diantara keduanya, yang pada akhirnya menimbulkan maslah dan pertengkaran. Bahkan terkadang suami akan menjauhi tempat yang ditempati istrinya karena hendak mencari ketenangan sampai akhirnya keduanya akur dan berkumpul kembali ditempat tidur.
Dan perlu diingat oleh para istri yang baik agar hati-hati dalam menyikapi perselisihan dengan suaminya. Ketika suami berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan anda, maka segeralah anda menyambutnya dengan ikhlas.
Jangan sampai malah sebaliknya karena sudah dikuasai syetan, justru anda tidak mau menerima keadaan tersebut. Sehingga ketika suami menginginkan hubungan intim dengan anda, maka anda malah menolaknya. Dengan perlakuan yang demikian berarti anda menginginkan laknat malaikat semantara anda tidak menyadarinya.
Dari AbuHurairah r.a bahwa ia berkata, Rasulullah Shalallahu'AlaihiWassalam bersabda:
"Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke tempat tidur, laki dia (istri) tidak mau mendatanginya, lalu dia (suami) malam kepadanya malam itu, para malaikat melaknatnya hingga pagi hari"
Jika anda ingin memuliakan suami, maka dengan menawarkan diri ketika mau tidur akan membuat suami anda merasa dihormati dan dihargai sehingga dia akan senantiasa menyayangi dan mencintai anda sebagai istrinya, karena dengan keadaan tersebut dia akan selalu percaya diri dan semakin bersemangat untuk selalu membahagiakan anda.
9. Menjaga kehormatan suami dan keluarga
ketika sepasang suami-istri mampu menjalankan tugas dan kewajiban masing-masing dengan penuh ketaatan dan keikhlasan kepada Allah, dengan saling menghormati satu sama lain maka keberkahan dan kebahagiaan keluarga akan mampu untuk diwujudkan.
Seorang istri yang Sholehah harus mampu menjaga kehormatan suaminya, terutama bahwa dia mampu menutupi kekurangan atau aib suaminya agar tidak diketahui orang lain, agar ketenteraman dalam keluarga selalu tetap terjaga. Karena orang yang mampu menutupi aib orang lain, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak.
Rasulullah Shalallahu'AlaihiWassalam bersabda:
Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya didunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak". (HR. Muslim)
Maka dari itu, jika memang anda menginginkan kemuliaan suami, maka anda harus mampu menutupi segala kekurangan dan kelemahan yang menjadi aib suami dan keluarga.
Simpanlah rapat-rapat tentang apapun yang berhubungan dengan aib suami. Istri yang seperti inilah yang pantas disebut istri yang tangguh lagi Sholehah, karena kekurangan dan kelemahan suami yang menjadi aib keluarga hanya dia sendiri yang mengetahui dan menikmatinya.
Menjaga kehormatan serta kemuliaan suami menjadi langkah yang positif yang harus dimiliki seorang istri agar keharmonisan dan keutuhan rumahtangga tetap terjaga, dan memimpikan terbentuknya rumahtangga yang sakinah penuh berkah akan terwujud.
10. Mengutamakan sikap Qana'ah
Qana'ah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya dan menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan selalu merasa kekurangan.
Seorang istri yang Sholehah hendaknya selalu mengutamakan sikap Qana'ah, dimana dia akan selalu bersyukur dengan rizki yang diperoleh suaminya berapapun ia dapatkan. Dengan sikap Qana'ah, seorang istri akan selalu berlapang dada, berhati tentram, merasa kaya dan berkecukupan dengan selalu mensyukuri rizki yang diberikan Allah serta membuang sifat serakah.
Dengan sikap yang Qana'ah, seorang istri telah memuliakan suaminya, dangan membuatnya bahagia karena tidak membebani suaminya dengan sesuatu yang dia tidak sanggup, sehingga suaminya akan merasa tentram hatinya dalam menjalani kehidupan rumahtangga yang harmonis dengan keluarga yang sakinah.
11. Tidak keluar rumah tanpa izin suami
Setiap istri pasti akan bertanggung jawab dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan suami dan anak-anak, seperti memasak, menyiapkan keperluan sekolah anak dan keperluan kerja suami.
Tetapi perlu diingat bahwa ketika suami tidak ada dirumah, maka seorang istri tidak boleh keluar rumah kecuali karena adanya hal penting yang berkaitan dengan kebutuhan keluarga atau karena telah mendapat izin suami melalui percakapan via telepon maupun sms.
Dengan selalu menjaga agar selalu berada didalam rumah, maka seorang istri telah memuliakan suami dan keluarganya, karena dia telah menjaga hal-hal yang biasanya akan menjadi bahan perbincangan ketika seorang istri telah keluar dari rumahnya untuk berbincang-bincang dengan temannya. Bukan tidak mungkin, seorang istri bisa saja membeberkan rahasia-rahasia suami dan keluarganya tanpa dia menyadarinya.
Allah berfirman, yang artinya:
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. ( QS. Al-Ahzaab: 33)
Dari Ibnu katsir, ia berkata:
"ayat tersebut menunjukkan bahwa wanita tidak boleh keluar rumah kecuali ada kebutuhan". (Tafsir ibnu katsir)
Dengan demikian, wanita tidak keluar rumah melainkan untuk urusan yang penting yang berhubungan dengan kebutuhan keluarga atau termasuk kebutuhan seperti memasak dan lain-lain. Jika bukan urusan tersebut, maka seorang istri tidak boleh keluar rumah kecuali atas izin suaminya.
Syaikhul Islam berkata:
"Tidak halal bagi seorang wanita keluar rumah tanpa izin suaminya, jika ia keluar rumah tanpa izin suaminya, berarti ia telah berbuat nuzyuz (durhaka), bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya serta layak mendapat hukuman".
12. Menjaga harta suami
Allah berfirman yang artinya;
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. An-Nisaa: 34)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan wanita adalahpenanggungjawab di rumah suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR. Bukhkhari)
Di antara karakter istri salihah adalah hifzhul ghaib, yaitu mampu menjaga kehormatan diri, menjaga kehormatan suami, menjaga harta istri, menjaga harta suami, menjaga anak dan rumah. Kemarin sudah saya posting bab membahas kehormatan suami dan istri. Pada kesempatan kali ini saya akan fokus membahas bab menjaga kehormatan harta, anak dan rumah.
Menjaga Harta Istri dan Suami Dalam kehidupan berumah tangga, suami dan istri sama-sama memiliki harta benda, baik yang dibawa sejak pernikahan maupun yang didapatkan dari hasl usaha setelah menikah. Pada dasarnya harta benda dalam keluarga harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan jalan yang benar dan bijak.
Harta milik suami maupun istri harus dikelola dengan amanah guna kepentingan keluarga dan kepentingan lainnya sesuai kesepakatan suami dan istri. Istri salihah mampu menjaga hartanya sendiri maupun harta suaminya.
Menjaga dalam arti agar tidak hilang, dan menjaga dalam arti mengalokasikan hanya untuk kebaikan, dengan cara yang baik dan benar. Pada zaman dahulu, belum ada aneka jenis cara menyimpan harta. Sehingga secara tradisional, harta disimpan di dalam rumah saja. Oleh karena itu harta harus dijaga agar tidak dicuri atau tidak diberikan kepada pihak-pihak yang tidak dibenarkan.
Pada zaman kita sekarang sudah sangat banyak jenis lembaga untuk menyimpan harta benda. Dengan demikian masalah penyimpanan harta sudah ada alternatif yang aman, tidak hanya bisa disimpan di rumah namun bisa disimpan dalam berbagai cara yang aman. Tinggal persoalan bagaimana mengelola dan mengalokasikan harta tersebut secara baik dan benar.
Pada zaman kita hidup ini, banyak suami dan istri yang sama-sama bekerja dan menghasilkan uang. Suami bekerja dan memiliki penghasilan, istri bekerja dan memiliki penghasilan. Bahkan tidak sedikit contoh penghasilan istri lebih besar dari penghasilan suami.
Untuk itu, suami dan istri harus pandai-pandai dalam pengelolaan harta mereka. Harus ada kesepakatan pola dan mekanisme pengelolaan keuangan dalam keluarga. Dengan kesepakatan ini, tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau dizhalimi.
Semoga bermanfaat
,,,,,,,,,
