Perselingkuhan dari satu sisi menjadi salah satu permasalahan terbesar yang ditakuti setiap pasangan. Tetapi disisi lain justru malah menjadi jalan sesat sebagai jalan yang paling disukai oleh pasangan ketika harus lari dari permasalahan rumahtangga ketika tidak ada jalan solusi sebagai pereda dari panasnya permasalahan suami istri.
Dan itulah yang sebenarnya yang diinginkan oleh setan melalui upaya-upaya mempertemukan orang ketiga sebagai penghancur rumah tangga, karena setan tidak suka dengan keadaan rumah tangga yang harmonis. Dan perceraian suami istri adalah kesuksesannya dalam memporak-porandakan ketentraman sebuah keluarga.
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ نِعْمَ أَنْتَ
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan)
seperti engkau” (HR Muslim IV/2167 no 2813)
Lantas bagaimana perasaan yang akan diterima oleh seseorang apabila pasangannya ketahuan selingkuh?
Pasti betapa sakitnya rasa hati yang tentu sulit untuk disembuhkan ketika mengetahui pasangan telah melakukan perselingkuhan. Apalagi perasaan dendam dan benci terhadap orang ketiga akan muncul dengan tiupan-tiupan dari prasangka buruk terhadap pasangan.
Sebab rasa cemas dan takut terhadap perbuatan yang akan kembali dilakukan dari alasan bahwa kalau pasangan kita sudah sekali berselingkuh, rasanya sulit untuk memaafkan karena takut akan ada yang kedua kalinya.
Sebenarnya sebatas apa sih pengertian dari perselingkuhan?
Dan tahukah kamu bahwa tidak semua perselingkuhan itu sama?
Dan tahukah kamu bahwa tidak semua perselingkuhan itu sama?
Bisa saja tindakan yang sudah kamu kategorikan sebagai berselingkuh, orang lain menganggapnya masih di batas wajar.
Seperti kata Asisten Profesor di Texas Technology University, Dana Weiser, Ph.D, yang menyebut kondisi ini sebagai area abu-abu (grey area).
Contohnya ada orang yang menganggap chatting-an dengan seseorang yang bukan pasangannya secara rutin adalah tindak perselingkuhan.
Tapi ada juga yang tidak beranggapan seperti itu.
Tapi satu hal yang pasti, kata Weiser, kalau sudah berhubungan fisik dan seksual dengan orang lain selain pasangan maka sudah dianggap bentuk ketidaksetiaan.
Sedangkan menurut pakar hubungan Esther Perel, Ph.D dalam bukunya berjudul The State of Affairs: Rethinking Infidelity, ada tiga elemen yang melibatkan perselingkuhan.
1. Intim secara fisik dengan selain pasangan
Kontak fisik yang intim tentu menjadi salah satu indikator perselingkuhan, karena akan ada suatu emosi untuk memberikan kepuasan terhadap nafsu karena seringnya dua orang berlainan jenis tanpa suatu ikatan memberikan respon dari seringnya bertemu.
Kontak fisik itu termasuk sentuhan yang awalnya dari berpegangan tangan lantas saling berpandangan diikuti dengan ciuman, hingga akhirnya diakhiri dalam bentuk kegiatan seksual.
2. Melabuhkan perasaan ke lain hati
Kalau yang satu ini lebih melibatkan emosi, bisa seperti menyukai, mencintai, atau memiliki perasaan romantisme dengan orang selain pasangan. Dan biasanya karena seringnya mengungkapkan permasalahan terhadap seseorang yang dianggap lebih pengertian dari pada orang yang selama ini mendampinginya.
Tapi untuk hal satu ini harus kamu bicarakan dulu dengan pasangan, perjelas sampai mana batasnya.
Karena menurut terapis hubungan dari New York, Matt Lunduquist, sebetulnya tidak ada yang salah dengan memiliki hubungan emosional yang dekat dengan orang selain pasangan.
Tapi kamu harus tetap menghormati pasanganmu.
Dengan kata lain, jangan punya hubungan emosional yang mengarah pada romantisme, dan berujung pada menyakiti perasaan pasanganmu.
3. Berfantasi tentang orang lain
Meski sudah punya pasangan, kamu masih boleh berfantasi. Banyak sekali seseorang yang suka berfantasi untuk bercinta dengan orang yang sering dilihat atau orang yang menurutnya punya kelebihan dalam bentuk fisik daripada pasangannya.
Sebenarnya ini adalah sesuatu yang sangat berbahaya ketika sering berfantasi tentang orang selain pasangan, karena akan semakin menumbuhkan rasa penasaran yang mendalam yang akhirnya bisa saja terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Dan hal ini pasti akan tersembunyi dari pengamatan dan kecurigaan pasangannya, kecuali saat bermimpi tanpa sengaja memperlihatkan kelakuan yang mencurigakan.
4. Menyembunyikan kebiasaan finansial
Yang namanya selingkuh, pasti dirahasiakan, termasuk menyembunyikan sesuatu dengan tujuan hanya untuk menyenangkan diri sendiri tanpa harus diberitahukan apa yang telah di lakukan dari pasangan.
Misalnya kamu dan pasangan sudah menabung untuk biaya pernikahan, tapi suatu hari kamu malah menggunakannya untuk bersenang-senang tanpa diketahui pasangan. Ataupun ketika berurusan dengan keuangan diluar dari yang seharusnya diberikan kepada pasangan.
5. Memiliki kebiasaan rahasia dengan media sosial
Sadar nggak sih? Dengan adanya media sosial, selingkuh jadi lebih mudah. Bagaimana tidak, sesuatu yang menyenangkan tetapi belum pernah diberikan pasangan ternyata dengan mudah didapatkan hanya dengan perbincangan.
Bagaimana tidak, hanya dengan mengunduh sebuah aplikasi sebagai media untuk bersosialisasi, lantas mendaftar sebagai pengguna dengan nama palsu, juga status palsu juga dengan kehidupan yang palsu.
Dengan alasan lebih mempererat silaturahmi, untuk mendekati seseorang.
Atau diam-diam masih stalker-in mantan di Instagram, atau malah DM-an sama orang selain pasangan.
Itu adalah bentuk perselingkuhan media sosial yang pertama.
Bentuk lainnya adalah perselingkuhan menggunakan ponsel.
Yaitu seperti ketika kamu menggunakan ponselmu untuk membuka media sosial padahal kamu sedang bersama pasangan.
Seolah kamu punya hubungan yang lebih intim dengan media sosialmu ketimbang pasangan.
Intinya sih, kamu harus terbuka pada pasangan, mana batasan-batasan yang masih kalian berdua anggap wajar.
,,,,
