Wahai para ibu rumahtangga yang baik! Sebelum menikah mungkin anda sudah sudah mendapatkan tawaran-tawaran. Dan beberapa tawaran, mungkin adalah tawaran dari laki-laki yang kaya, berpendidikan, tampan, dan lain-lain. Yang mungkin anda harapkan untuk menjadi suami anda, dan harapan-harapan itu sebenarnya sangatlah wajar sebelum anda menikah.
Tetapi karena sekarang anda sudah memilih pasangan anda dan telah menandatangani perjanjian suci dengannya untuk hidup bersama selama sisa waktu hidup anda, maka Lupakanlah semua angan-angan masa lalu anda. Anda harus mengesampingkan harapan-harapan dan tawaran-tawaran yang sudah berlalu. Jangan pernah memikirkan pria lain kecuali hanya kepada suami anda sendiri dan hidup rukunlah dengannya. Tetapi bila anda melakukan kebalikannya, maka anda akan menempatkan diri anda dalam kondisi yang tidak tenang.
Sekarang, setelah anda setuju untuk hidup dengan suami anda, mengapa anda harus memikirkan pria lain??
Mengapa anda harus membandingkannya dengan pria lain??
Mengapa anda harus membandingkannya dengan pria lain??
Apa yang anda harapkan dan dapatkan dengan melihat pria lain kecuali bahwa anda telah menempatkan diri anda dalam keadaan menderita tak berkesudahan dan menyebabkan kesedihan yang mendalam pada diri anda.
Imam Ali berkata :
"Barang siapa membebaskan matanya, niscaya akan selalu mengalami penderitaan jiwa dan akan terjebak dalam kedengkian untuk selamanya".
Dengan melihat kepada laki-laki lain, dan membandingkan suami anda dengan mereka, anda akan menemukan orang yang tidak mempunyai kekurangan-kekurangan seperti yang terdapat pada suami anda. Lalu anda akan berpikir bahwa laki-laki itu sempurna, karena anda tidak mengetahui kekurangan-kekurangan yang ada padanya. Anda akan menganggap pernikahan sebagai kegagalan dan ide seperti ini dapat mengakibatkan akhir yang membahayakan.
Para ibu yang baik hati, bila anda tertarik dengan pernikahan lestari dan tidak menginginkan tekanan mental serta menginginkan kehidupan yang normal, maka berhentilah bersikap mementingkan diri sendiri dan Lupakanlah angan-angan serta harapan anda yang tak ada gunanya itu. Jangan membuat puji-pujian kepada laki-laki lain selain suami anda sendiri.
Jangan anda sampai berpikir :
"Kalau saja saya menikah dengan dia...."
"Kalau suami saya seperti...."
"Kalau saja pekerjaan suami saya adalah...."
"Kalau saja...."
"Seandainya...."
Dan....yang lain sebagainya.
"Kalau saja saya menikah dengan dia...."
"Kalau suami saya seperti...."
"Kalau saja pekerjaan suami saya adalah...."
"Kalau saja...."
"Seandainya...."
Dan....yang lain sebagainya.
Mengapa anda harus memenjarakan diri anda dengan pikiran-pikiran semacam itu?
Mengapa anda harus mengacaukan dasar-dasar kebahagiaan dalam pernikahan anda?
Mengapa anda harus mengacaukan dasar-dasar kebahagiaan dalam pernikahan anda?
Bila salah satu dari harapan-harapan ini menjadi kenyataan, bagaimana anda dapat mengetahui bahwa anda akan merasakan kebahagian yang lebih?
Apakah anda yakin bahwa istri dari seorang pria yang anda sebut sebagai "tanpa kesalahan" itu akan merasa puas dengannya?
Duhai para ibu rumahtangga yang baik..!
Bila suami anda mencurigai bahwa anda tertarik dengan pria lain, ia pasti aku tersinggung dan sakit hati serta tidak akan lagi tertarik kepada anda. Janganlah sampai anda bersenda gurau dengan pria lain atau menjadi dekat dengan mereka.
Bila suami anda mencurigai bahwa anda tertarik dengan pria lain, ia pasti aku tersinggung dan sakit hati serta tidak akan lagi tertarik kepada anda. Janganlah sampai anda bersenda gurau dengan pria lain atau menjadi dekat dengan mereka.
Setiap laki-laki mempunyai sifat yang amat peka dan sensitif, sehingga ia tidak akan menerima istrinya yang tertarik pada foto laki-laki lain.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :
"Wanita yang melihat kepada pria lain akan menjadi sasaran siksa Allah yang amat pedih".
Jadilah Istri yang setia, karena kesetiaan adalah sumber dari kehidupan rumahtangga yang tentram dan bahagia serta sejahtera.
Maka janganlah anda berpaling kepada orang lain, jadikanlah diri anda sebagai ratu dari suami anda sendiri.
Jadilah Istri yang setia, karena kesetiaan adalah sumber dari kehidupan rumahtangga yang tentram dan bahagia serta sejahtera.
Maka janganlah anda berpaling kepada orang lain, jadikanlah diri anda sebagai ratu dari suami anda sendiri.
