Tak ada orang yang sempurna didunia ini, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah Subhanahuwata'alaa. Bermacam-macam karakter dari manusia itu sendiri. Ada yang tinggi atau pendek, ada gemuk ataupun kurus, ada yang hidungnya mancung ataupun pesek. Ada yang pemarah ataupun murah senyum. Ada yang serius ada pula yang santai, ada yang rupawan ada pula yang cemberutan. Dan masih banyak lagi karakter-karakter ataupun sifat-sifat manusia yang lain.
Semua orang baik pria maupun wanita mempunyai kekurangan-kekurangan seperti disebutkan diatas. Dan kita sebagai manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang memang hobinya adalah suka memilih pasti juga mempunyai harapan agar kita menemukan pasangan yang sempurna, namun sebenarnya harapan itu tidaklah realistis.
Tidak mungkin ada seorang yang mempunyai suami yang dianggapnya sempurna, dan walaupun dia sudah punya segala-galanya pasti ada saja kekurangannya.
Wanita-wanita yang suka mencari-cari kesalahan suaminya pasti ada saja cara untuk mendapatkannya. Mereka akan menemukan kekurangan-kekurangan kecil dan akan membesar-membesarkannya dengan membicarakannya terus menerus hingga hal yang tadinya hanya sepele tersebut kemudian berubah menjadi kesulitan yang tak dapat diatasi. Dan kekurangan ini biasanya akan menutupi semua kebaikan yang ada pada suami. Mereka selalu membandingkan suaminya dengan laki-laki lain yang dianggapnya melebihi suami mereka sendiri. Mereka telah menentukan apa yang mereka sebut dengan "laki-laki ideal" di dalam khayalan mereka yang standarnya tidak cocok dengan suami mereka.
Karenanya mereka selalu mengeluhkan kekurangan-kekurangan dalam pernikahan mereka. Wanita-wanita ini menganggap diri mereka tak beruntung dan gagal yang sedikit demi sedikit mengubah mereka menjadi wanita yang mulai menaruh dendam kepada suaminya. Dan hal ini terus menjurus kepada timbulnya percekcokan dan pengungkapan kekurangan masing-masing. Mereka akan saling menghina dan kehidupan rumahtangga mereka akan akan berubah menjadi keluarga yang penuh dengan serentetan percekcokan dan pertengkaran. Dengan demikian mereka akan hidup dalam rumahtangga yang penuh dengan penderitaan atau bahkan bercerai. Kedua-duanya akan membuat mereka merasa kehilangan kecuali ada jaminan bahwa pernikahan dengan pasangan lain akan berhasil.
Sayangnya, beberapa wanita bersikap acuh tak acuh dan keras kepala dalam ketidakpedulian mereka. Mungkin kehidupan rumahtangga mereka akan berantakan karena sebab-sebab yang sepele.
Para wanita yang tersayang, suami anda adalah manusia juga seperti anda, mungkin ia tidak sempurna tetapi ia telah banyak berjasa dalam kehidupan anda. Bila anda tertarik kepada pernikahan dan kehidupan rumahtangga anda, maka janganlah berusaha mencari kekurangan-kekurangan suami anda.
Jangan menganggap penting sesuatu yang sepele dari kekurangan-kekurangan kecil suami anda. Jangan membandingkan dengan laki-laki ideal yang ada dalam pikiran anda. Mungkin ada kesalahan dalam diri suami anda yang tidak terdapat pada laki-laki lain. Tetapi anda juga harus ingat bahwa laki-laki lain mungkin juga mempunyai kelemahan-kelemahan lain yang tidak ada dalam diri suami anda.
Merasa puaslah dengan kebaikan-kebaikannya. Anda akan mengerti bahwa kebaikan-kebaikannya lebih banyak dari pada kekurangan-kekurangannya. Di samping itu, mengapa anda mengharapkan suami yang sempurna sedang anda sendiri tidak sempurna ? Bila anda bangga karena merasa bahwa diri anda sempurna, tanyakanlah kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :
"Tidak ada yang lebih buruk pada manusia dari pada mencari kesalahan orang lain dan mengabaikan kesalahan darinya".
Mengapa anda harus membesar-besarkan kesalahan yang sepele?
Mengapa anda harus menghancurkan hidup anda demi hal-hal yang tidak penting?
Bijaksanalah! Dan hentikanlah sikap-sikap yang sembrono!! Lupakanlah kesalahan-kesalahan yang sepele itu dan janganlah membicarakannya dihadapan maupun dibelakang suami anda. Cobalah untuk menciptakan suasana hangat didalam keluarga dan nikmatilah karunia Allah.
Namun, mungkin ada watak yang kurang baik pada diri suami anda yang dapat anda perbaiki. Bila begitu, maka anda dapat berhasil hanya dengan berlaku bijaksana dan sabar. Anda tidak boleh mengecamnya atau memulai percekcokan, tetapi dekatilah ia dengan cara yang ramah.
Demikianlah, untuk para istri yang baik jadikanlah diri anda menjadi istri yang ikhlas menerima suami anda apa adanya, jangan mencari-cari kelemahan maupun kekurangan suami anda sendiri, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
