Membicarakan kejelekan orang lain adalah sebenarnya salah satu sifat negatif yang dimiliki oleh setiap manusia, dan salah satu sifat jelek yang sering di ungkapkan ketika membicarakan orang lain.
Sifat ini bukan saja jelek secara alamiah, tetapi juga banyak menyebabkan kekacauan termasuk dalam rumahtangga.
Sifat ini menimbulkan kecurigaan, pesimisme, ketidakcocokan dan pertengkaran antara manusia termasuk pertengkaran suami istri.
Sifat inipun juga dengan mudah dapat menghancurkan suasana keakraban yang telah lama di bangun.
Bahkan sifat semacam mampu menebarkan benih permusuhan diantara anggota keluarga yang tadinya hidup rukun.
Dan pada akhirnya sifat seperti ini dengan kejinya mengakibatkan terpisahnya suami dengan istri, dan lebih parah lagi dapat menjurus kepada terjadinya pembunuhan.
Akan tetapi betapa malangnya manusia dengan sifat ini, karena sifat semacam ini sudah tersebar luas di kalangan masyarakat hingga tidak lagi tampak sebagai hal yang jelek.
Dalam suatu perkumpulan atau pertemuan, jarang sekali untuk tidak melakukan gosip atau pergunjingan. Terutama dalam perkumpulan para wanita, sebuah gosip adalah suatu unsur yang sangat menonjol apalagi kaitannya dengan membicarakan seseorang.
Bila dua wanita bertemu, mereka akan mulai bergunjing atau istilah kerennya yaitu ngegosip. Seperti perlombaan, mereka akan segera membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kejelekan orang lain, bahkan cenderung untuk berbuat fitnah.
Dan diantara gosip-gosip tersebut, bisa saja mereka akan membicarakan tentang suami-suami mereka.
Misalnya saja mereka akan ngegosip tentang rupa dan pekerjaan suami, dan mencari kesalahan suami orang lain.
Dan biasanya salam gosip-gosip tersebut merupakan tempat untuk mendikte tentang kehidupan seseorang yang sedang dijalaninya.
Mereka akan beramai-ramai menyesalkan pernikahan seorang wanita dengan seseorang yang sudah menikahinya, bila di mata mereka pernikahan seseorang tersebut seolah-olah tidak sesuai apalagi bila ada perbedaan yang jauh antara seorang wanita dan pasangannya. Atau pekerjaan suami dari wanita tersebut terlihat rendah di mata mereka yang suka ngegosip.
Ini adalah contoh dari beberapa gosip dengan menjelek-jelekan suami dari seorang wanita yang sedang mereka bicarakan.
Bila suaminya adalah seorang tukang sol sepatu,
ia akan berkata :
"Memangnya kebutuhan kamu tercukupi dengan pekerjaan suami kamu yang hanya tukang sol sepatu?"
"Memangnya kebutuhan kamu tercukupi dengan pekerjaan suami kamu yang hanya tukang sol sepatu?"
Bila suaminya seorang supir, maka ia akan berkata :
"Suamimu selalu bepergian, bagaimana kamu mengatasi hal ini?"
"Suamimu selalu bepergian, bagaimana kamu mengatasi hal ini?"
Bila suaminya penghasilannya sedikit, ia berkata :
"Bagaimana kamu dapat hidup dengan uang sekecil itu?"
"Bagaimana kamu dapat menikah dengannya?"
"Bagaimana kamu dapat hidup dengan uang sekecil itu?"
"Bagaimana kamu dapat menikah dengannya?"
"Apakah tidak sayang dengan wajah kamu yang cantik mendapatkan pria yang pendek dan lemah itu?"
"Bagaimana orang tua kamu bisa mengizinkan pernikahan itu?"
"Seharusnya dengan kecantikan yang kamu miliki, kamu bisa menikah dengan siapa saja yang kamu inginkan, mengapa kamu malah memilih pria seperti itu?"
"Ia tidak pernah memberi kamu kemewahan bukan?"
Bila suaminya wajahnya kelihatan galak dan seram, ia berkata :
"Omong-omong suami kamu wajahnya seram ya?
"Lantas bagaimana kamu dapat kebahagiaan dengan suami seperti itu?
"Omong-omong suami kamu wajahnya seram ya?
"Lantas bagaimana kamu dapat kebahagiaan dengan suami seperti itu?
Atau wanita yang suaminya hanya seorang petani biasa, ketika bertemu dengan para wanita yang suka ngegosip, pasti juga tidak luput dari pembicaraan yang menjurus pada kejelekan suaminya.
Gosip-gosip semacam itu dapat kita temui dengan persentase yang cukup tinggi di kalangan wanita di setiap tempat. Wanita yang yang suka berbicara semacam itu, dalam kenyataannya tidak pernah berpikir tentang dampaknya yang begitu besar yang mungkin terjadi karena pembicaraannya. Mereka tidak berpikir bahwa dengan bergunjing atau membicarakan kejelekan maupun kesalahan orang bisa berakibat fatal, karena bisa menyebabkan perceraian bahkan sampai dengan pembunuhan.
Wanita-wanita semacam itu merupakan setan berbentuk manusia. Mereka adalah musuh-musuh keluarga. Mereka menciptakan pertentangan dan percekcokan antara suami istri, dan mengubah rumah orang menjadi gelap, bagaikan rumah di bawah tanah yang mengerikan.
Terus apa yang harus kita lakukan? Ini merupakan satu unsur dalam masyarakat.
Walaupun Islam sudah jelas dan tegas melarang kita berbuat yang demikian, namun ternyata kita tidak siap untuk menghentikannya.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :
"Wahai orang-orang yang mengaku sebagai orang Islam, tetapi gagal untuk memasukkan iman kedalam hati, jangan berbicara jelek tentang orang-orang muslim, dan jangan mencari-cari kesalahan mereka. Barang siapa mencari-cari kesalahan orang lain, maka Allah Yang Maha Kuasa akan berbuat sama ketika melihat kesalahan-kesalahan mereka; dan dalam perkara ini , mereka akan di hinakan diantara masyarakatnya, walaupun mereka berada di rumah-rumah mereka".
Wanita-wanita yang bersifat jelek ini akan mengejar satu atau banyak tujuan. Mereka bergunjing karena balas dendam, agar dapat memecahkan sebuah keluarga dan menghancurkannya. Merek melakukannya karena kecemburuan atau keangkuhan diri. Mungkin mereka ingin menutupi kekurangan diri atau menipu para wanita yang lugu. Mungkin mereka hanya berpura-pura bersimpati.
Tetapi mereka kadang-kadang bergunjing hanya ingin menghibur diri dan tidak mempunyai tujuan apa-apa, kecuali hanya untuk memuaskan nafsu mereka yang tidak baik.
Ibu yang baik,,! Kini, setelah anda mengetahui tujuan jahat dari gosip, dan bila anda mencintai suami dan anak-anak anda, maka jangan terpengaruh oleh lidah-lidah setan yang berbentuk manusia. Jangan mempercayai pada persahabatan mereka yang palsu. Yakinlah bahwa mereka bukanlah teman dan sahabat anda, tetapi mereka sebenarnya adalah musuh yang ingin melihat rumah tangga anda hancur, sehingga anda terpisah dari keluarga. Janganlah anda seperti orang yang lugu dan tidak tahu apa-apa, janganlah mempercayai pembicaraan mereka.
Cobalah anda berfikir untuk mencari tujuan mereka yang jahat melalui kebijakan. Hentikanlah pembicaraan mereka segera, bila mulai menjurus untuk mengecam suami anda, jangan malu dan takut untuk berbicara dan mengingatkan kepada mereka :
"Bila kita ingin tetap berteman, jangan bicara tentang suamiku lagi, kamu tidak berhak untuk !mengecamnya, aku sangat mencintainya dan tidak ada yang salah pada dirinya".
Sekali mereka mengetahui cinta anda tehadap suami dan anak-anak, !melalui ketegasan lidah anda,maka mereka akan kecewa dalam membawa anda kejalan yang salah dan andapun tidak akan diganggunya lagi. Jangan berfikir bahwa mereka akan menjadi marah, dan an tidak akan kehilangan banyak teman.
Bila mereka teman-teman yang sejati, maka mereka tidak boleh tersinggung, bahkan seharusnya malah harus berterimakasih kepada anda.
Bila mereka adalah musuh anda, maka yang paling baik anda lakukan adalah menghindarinya.
Bila anda bertemu dengan orang-orang yang teguh dalam berbuat jahat, maka hentikanlah hubungan anda dengan mereka.
Demikianlah yang harus anda lakukan adalah segera jauhi pembicaraan yang bersifat memfitnah.
