Cinta...
Betapa megahnya kata tersebut, semua orang pasti sangat mengharap kehadirannya agar bisa mengawal merekahnya perasaan suka yang menggebu dari suasana hati, sehingga menciptakan hubungan pertemanan semakin menjadi ternilai dengan getar-getar asmara yang mengiringi dua hati yang memiliki rasa ingin saling memiliki.
Rindu....
Keinginan untuk bisa menciptakan suasana yang terlampaui dari kesaksian hati yang telah tersakiti oleh hadirnya perasaan atas kekaguman kepada pujaan jiwa.
Cinta dan Rindu itu ibarat dua sisi dari mata uang yang sama, yang saling melengkapi satu sama lain dalam menciptakan keseimbangan dan penghargaan yang tinggi atas nilai yang merekat pada hati yang sedang berbunga-bunga.
Tak ada cinta tanpa kerinduan, dan tak ada rindu tanpa hadirnya cinta, betapa keduanya saling melilit tanpa bisa diurai tanpa bisa menjelma menjadi kepribadian yang terpisah tanpa warna.
Seseorang yang telah disinggahi perasaan yang lebih dari sekedar hubungan pertemanan akan selalu mengharap agar bisa menyaksikan hadirnya sosok yang telah mengoyak jaring-jaring penjaga kemuliaan jiwa.
Seorang lelaki yang telah dihinggapi virus-virus cinta pasti akan selalu memendam perasaan rindu agar bisa bertemu dengan bidadari pujaan hati.
Begitupun kaum hawa jika telah menghirup wanginya kekuatan cinta dari sang pujangga, dia akan senantiasa bernafas dengan kerinduan yang menggebu agar mampu menyaksikan hadirnya suasana hati dari munculnya sang pangeran yang telah membuatnya menari-nari diatas tingginya imajinasi.
Sebaliknya, tak mungkin ada rasa rindu bila orang itu tidak mencintai orang yang ia rindukan. Dan, hanya pertemuan dengan insan yang dicinta yang mampu mengobati perasaan dari warna-warna kekaguman dengan insan yang dicinta.
Karena hanya dengan penyaksian/pertemuan (musyahadah) dengan insan yang dirindukan yang akan menenangkan perasaan hati yang selalu bergejolak karena terombang-ambing di tengah-tengah lautan asmara.
Terus bagaimana dengan Sang Maha Pencipta yang memiliki segala rasa dan cinta didunia?
Ingatlah, bahwa orang yang paling bahagia adalah orang yang menjadikan puncak dan tujuan utamanya adalah mencintai Allah. Alangkah bermaknanya firman Allah ini :
{Dia mencintai mereka dan mereka mencintai Allah.} (Qs. Al-Maidah:54)
Fenomena Cinta dan Rindu ini tak hanya terjadi dalam
hubungan antar manusia, tapi juga dalam hubungan antara manusia (hamba) dengan Tuhannya (Allah Ta'ala).
hubungan antar manusia, tapi juga dalam hubungan antara manusia (hamba) dengan Tuhannya (Allah Ta'ala).
Bahkan, Cinta dan Rindu itu jauh lebih maksimal terjadi dalam hubungan antara seorang hamba dan Tuhannya.
Sebab, cinta manusia itu ada batasnya, sedangkan cinta dan kerinduan Allah pada hamba-Nya, tidaklah ada batasnya.
Sejumlah ahli tafsir mengatakan;
"Tidak ada yang mengherankan dalam, '...mereka mencintai-Nya...' tapi yang mengherankan adalah, '..
Dia mencintai mereka....' Allah yang menciptakan, memberi rizki, melindungi, dan memberikan karunia-Nya kepada mereka, tetapi Allah juga yang mencintai mereka.
{Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kamu.} (Qs. Ali Imran:31)
Coba perhatikan kehormatan Ali bin Thalib, yang merupakan mahkota yang bersemayam dia atas kepalanya : Seorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.
Ada seorang sahabat Rasulullah yang sangat senang membaca, 'Qul huwallahu Ahad.' Bacaan itu selalu diulang-ulangnya dalam setiap rakaat, selalu dibaca dalam dzikirnya, selalu digumamkan untuk menggerakkan anggota tubuhnya.
Rasulullah bersbda,
"Kecintaanmu padanya akan membuatmu masuk surga."
Itulah tingkat kesempurnaan cinta.
Maka, sungguh beruntung manusia yang hidup dalam cinta dan rindu kepada Allah Ta'ala, Sang Pemilik Cinta sejati, karena berarti ia telah mencapai puncak kesempurnaan cinta.
Dan ia akan memperoleh obat bagi rindunya itu
dengan musyahadah yang sempurna di akhirat kelak,
bahkan jauh lebih indah untuk dinikmati daripada surga dan isinya.
Allah Ta'ala berfirman:
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Aku. Aku tidak memiliki sekutu. Muhammad adalah hamba dan rasul-Ku. Barang siapa tidak senang dengan ketetapan-Ku, tidak sabar menghadapi cobaan-Ku, dan tidak puas dengan pemberian-Ku, maka hendaknya ia menyembah Tuhan selain Aku.
Wahai anak cucu Adam,....?
tidak seharipun lewat kecuali Kudatangkan rezeki kepadamu, tidak satu malam pun lewat kecuali datang malaikat kepadaKu dengan amalan burukmu. Kau makan rezeki-Ku tetapi kau durhaka kepada-Ku Wahai anak cucu Adam, ....??
berkurang setiap hari umurmu, tetapi tidak kau sadari dan Kubawakan rezekimu setiap hari tetapi tidak kau syukuri.
Dengan yang sedikit kau tidak puas, dengan yang banyak kau tidak kenyang.
Wallohu A'lam
Mudah mudahan kita semua tergolong hamba yang cinta dan dicintai oleh Alloh SWT. Aamiin...
